Sepotong.3

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Desember 2017
Sepotong.3

"Bagiku semuanya tinggal selangkah lagi, maka beres. Usahaku akan segera berbuah. Semuanya akan membaik, kepada istri dan anak-anakku tentunya"

"Semua yang kamu ceritakan terdengar sebagai kabar baik, tapi kenapa suaramu terdengar justru sebaliknya?"

"Aku mencintaimu"

"Aku tahu. Jadi, ada apa?"

"Satu langkah itu mandeg. Semuanya selesai. Entah kenapa bisa sebegitu tiba-tiba. Hanya karena hal sepele, tidak ada yang menyangka"

Hening. Tak terucap satu pun kata bersuara dari telepon seberang sana, panggilan sore itu juga belum terputus. Kedua diri yang mengaku kekasih itu saling terdiam.

Sesaat kemudian... Perempuan yang dipujanya akhirnya menyambung percakapan...

"Sudah lama kamu memperjuangkan ini. Usahamu tidak main-main. Semua orang memuja kerja kerasmu. Kamu tidak kekurangan apapun untuk mencapai yang kamu mau. Seharusnya. Ya, seharusnya menurut akal manusia. Tapi, tentu saja terserah Tuhan mau menahan atau mengizinkan apa"

"Kemana arah pembicaraanmu?"

"Tuhan tidak suka kita, caramu dan aku. Tentang cinta kita. Tapi, Tuhan masih sayang kamu. Dia mempersulitmu karena kamu berkhianat kepada istri dan anak-anakmu, berkhianat padaNya. Ya, Tuhan mencintaimu makanya Dia mengujimu. Kamu orang baik, tidak ada yang menyangsikan kebaikanmu. Hanya saja, kamu salah karena mencintaiku. Aku salah karena mencintaimu. Satu hal yang bisa kulakukan, aku mundur dari kita. Semoga Tuhan memberkatimu"

"Kamu terdengar menarik nafas yang panjang. Kamu luar biasa. Kamu memang mencintaiku. Aku pikir aku yang sangat mencintaimu, tapi ternyata kamu yang lebih mencintaiku"

...tut...tut...tut... 

  • view 20