Tak Untung Jarak Dihitung

Tak Untung Jarak Dihitung

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura  Kategori Project
dipublikasikan 17 Desember 2017
DARI HALAMAN BELAKANG

DARI HALAMAN BELAKANG


Ada sesuatu yang bertaburan di belakang. Entah karena terbawa angin, terjatuh dari mana, tergeletak begitu saja, memang terdiam di sana seolah baru merupa tunas, entah bagaimana. Sebutlah ia tulisan, berserakan menuju (pu)isi, dari halaman belakang kepala perempuan Madura

Kategori Acak

2 K Hak Cipta Terlindungi
Tak Untung Jarak Dihitung

Diam-diam ternyata kau juga pelihara kebiasaan urban itu. Kau hitung-hitung berapa malam minggu aku tak 'bersamamu'.

 

Katamu di suatu pagi minggu, sudah tiga malam minggu panggilan teleponmu tak berhasil menghubungiku. Ah kalimat itu cukup mengganggu.

 

Diam-diam ternyata kau menghitung-hitung waktu seolah ada jatah untuk ada dan tak ada kita, tak ada kamu dan aku.

 

Ah aku tak suka itu. Penjatahan ada dan tak ada itu kesengajaan Sayangku. Kau tega sampai berpikir bahwa aku bisa memberi jatah kesengajaan rasa kita tak bertamu.

 

Aku pikir kita sepikir bahwa aku dan kamu selalu ada dalam kita. Bukan soal ukuran ruang, jarak, dan waktu. Tapi, bahwa dalam apapunku ada kita. Pun bersama apapunmu.

 

Lebih dari sekadar hitung-hitungan berapa malam minggu. Aku tak pernah tak bersamamu, meskipun waktuku, ruangku, tak sedang bersamamu.

 

Lagipula, seperti katamu, biarkan do'a menjadi ruang temu segalamu segalaku.

 

 

Tapi tulisan ini tak perlu mengganggu raut wajahmu. Tentu saja aku tak pernah mau senyummu terganggu. Justru terimakasih telah membuatku tahu. O ternyata kau menunggu-nunggu. Aku menulis ini hanya sebagai penjelas bahwa kita selalu ada di dalam apapunmu di dalam apapunku.

  • view 81