Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 6 Desember 2017   11:42 WIB
Sepotong

"Dari dua gurat menajam vertikal di dahimu, tepat di antara jarak kedua alis tak berpensilmu itu saja orang mafhum betapa kamu keras kepala. Sekeras apa? Batu? Kamu itu sekeras air! Percuma memaksa melawan.



Dan, ya bulir hujan yang nampak syahdu di kaca mobil itu adalah air yang sama saat hujan terasa menampar-nampar wajah para pengendara sepeda motor tak berhelm. Jangan tanya kamu yang mana. Kamu bulir lembut di kaca mobil itu, kamu juga air hujan yang menampar-nampar itu.



Ya, kamu air itu. Air yang sama. Aku tak punya pilihan. Aku tak ingin memilih. Dari balik kaca mobil kita, ah dengan welas asih aku mengharapkan car-masutra kita. Saat bersepeda motor, aku hanya harus mengendarainya perlahan. Biar. Biarkan aku-ku serba kebasahan. Serba kamu.



Kurang apalagi aku buatmu? Ah tapi kamu memang harus selalu merasa kurang kepadaku. Biar aku selalu punya alasan untuk memberimu lebih. Meskipun, aku tak butuh jamuan alasan-alasan untuk memberi kepadamu. Untuk mencintaimu."

Karya : Wurdiyah Nur Madura