Cinta Tak Pernah Begitu Saja

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 07 Februari 2016
Cinta Tak Pernah Begitu Saja

Cinta itu sederhana. Selalu sederhana. Kita hanya perlu mengerti kesederhanaan bentuknya. Mengerti bahwa sesederhananya bentuk cinta merupakan wujud kemegahan cinta. Hanya cinta yang megah yang mampu mengisi setiap kesederhanaan dengan cinta.

Aku sedang di dalam angkutan umum jenis Carry, sendirian di baris kursi bagian tengah. Lalu, ada penumpang lain hendak naik. Seorang laki-laki dewasa, seorang perempuan dewasa, dan seorang anak perempuan mungkin usia 7-9tahun. Kesimpulanku mereka adalah sekeluarga, sepasang suami-istri dengan seorang anaknya.

Si laki-laki lebih dulu masuk dan (hampir) duduk tepat di sebelahku. Tapi, dia urung duduk lalu keluar lagi dan mempersilahkan si perempuan dewasa untuk menempati tempat duduk tadi, di sebelahku.

"Ella la toju', nyaman padeh bine'en (Silahkan duduk... Enak jejeran sama-sama perempuan)" Begitu kata si laki-laki. Ngomong-ngomong kok sepertinya aku kurang pas menterjemahkannya dalam Bahasa Indonesia, tapi kira-kira begitu.

Aku tersenyum di balik masker yang menutupi bagian hidung dan mulutku. Serasa aku ingin berkata pada perempuan dewasa itu;

Anda perempuan beruntung.
Suami anda begitu mencintai dan menghormati anda.
Jika saja suami anda duduk di sebelahku, mungkin akan ada rasa cemburu dalam diri anda.
Tapi, meskipun jika ternyata anda tidak akan cemburu, lihatlah caranya yang sederhana menjaga perasaan anda.
Ah... Hal sekecil itu saja dia perhatikan.
Pengertian semacam itu hanya bisa datang dari hati yang megah cintanya.

Aku masih senyum-senyum turut bahagia dengan pemandangan macam itu. Mataku seolah fokus membaca buku di tanganku, padahal pikiranku sedang fokus merangkai tulisan ini. Terima kasih untuk pemandangan yang membahagiakan.?