Lalu, Kemudian

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura  Kategori Puisi
dipublikasikan 21 Januari 2016
DARI HALAMAN BELAKANG

DARI HALAMAN BELAKANG


Ada sesuatu yang bertaburan di belakang. Entah karena terbawa angin, terjatuh dari mana, tergeletak begitu saja, memang terdiam di sana seolah baru merupa tunas, entah bagaimana. Sebutlah ia tulisan, berserakan menuju (pu)isi, dari halaman belakang kepala perempuan Madura

Kategori Acak

1.6 K Hak Cipta Terlindungi
Lalu, Kemudian

Kasihan anak-anak sekarang
Mereka kehilangan padang berbahagia
Karena kesenangan telah terkotak di dunia maya
Karena padang ilalang telah mengotak jadi seonggok beton dan baja


Kasihan anak-anak sekarang
Mereka tak lagi aman bermain di taman-taman belukar
Karena paman-paman banyak menjelma tak tahu ajar
Karena bapak ibu terlalu memanjakan ajar


Kasihan anak-anak sekarang
Kakak-kakak di sekitar mereka tak lagi jadi tauladan
Karena kakak-kakak sudah banyak kecanduan pengaman
Karena kakek-nenek sudah menerima semua kecacatan itu sebagai kebiasaan

 

Maduraku lalu, Maduraku demikian
Wurdiyah kecil dulu tumbuh di alas Bangkalan
Sepulang sekolah bermain di ramainya keheningan hutan
Bersama teman-teman, biji jambu monyet dikumpulkan
Yang jatuh terbengkalai dari pohon tak bertuan
Yang jatuh terbengkalai tak terjamah tangan
Untuk dibakar lalu dimakan di tegalan
Tanpa ketakutan, tanpa kekhawatiran, tanpa ancaman
Menyisakan aroma kehidupan menyenangkan, menenangkan

  • view 299

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    2 tahun yang lalu.
    Wow..tulisan yg enak dibaca .. saya tergelitik dg kalimat ini "Kakak-kakak di sekitar mereka tak lagi jadi tauladan Karena kakak-kakak sudah banyak kecanduan pengaman" Maksudnya apa ya? Apa pergaulan bebas kah? Kalo gaya tulisan ini katagori puisi atau pantun atau syair...

    • Lihat 2 Respon