Krisis Filantropi -- Wabah Pengikis Cinta

Madno Wanakuncoro
Karya Madno Wanakuncoro Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Mei 2016
Krisis Filantropi -- Wabah Pengikis Cinta

“Maaf, anda tak berkualitas. Silakan menyingkir. Anda tersisihkan. Sediakan bekal untuk kesepian hidup anda. Anda tersudutkan. Terkucilkan. Dimasukkan ke laci gudang sejarah yang berdebu, tanpa sekalipun terbuka lagi di masa nanti. Siaplah berjibun dengan kesamaran diri dalam jiwa anda sendiri. maaf, anda tak dibutuhkan!”

>Hadeuh, kontras benar kekejaman di tubuh jaman ini (yang barangkali kita maklumi sebagai ‘sudah ketentuan’).

Orang tak berkualitas terlindas? Tewas peranannya dalam sejarah. Dipenggal lidah kecerdasan satu-satunya. >Imbas dari menyunggi makhluk bernama ‘keadilan’ secara buta, hingga melupakan Kasih Sayang juga Cinta.

“Anda tak berkualitas dan anda tak kerja. Selapar apa pun anda, jangan usik nasi keringat saya.”

>Duh, Gusti… benamkanlah saja sekalian yang sekiranya tak ikut berperan (andil) di kancah penyejarahan manusia, semisal kawulo-Mu yang papa-rekoso ini. “Mentolo”kah Engkau menyaksikan saja?

*Spuntene Gusti. Mungkin cerminan yang kupakai sudah tak layak dipantuli bayangan jernih. Tak bening. Buram. Mohon pecahkan saja, dengan halilintar rahman & rahim-Mu.

 

Bandung, 16 Maret 2016

[19.28]

Sumber gambar: harian.analisadaily.com (karya senjaya siahaan)

  • view 164