Bocah Ingusan

Madno Wanakuncoro
Karya Madno Wanakuncoro Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Mei 2016
Bocah Ingusan

Bocah kecil tertawa terkekeh kekeh

Memandang kelinci kecil berguling guling

Canda sejenak namun tawa sangat lepas menghapus bersih sisa ingus

Meski jejak air mata tak terlihat

Dan tak tercapai bagi ingus tersebut

Ingus pun merasa lega saat terbunuh oleh tawa

Tiada duga, sang penyelamat telah diutus dari istana langit

Aroma lumpur hasil keintiman antara air hujan dengan tanah bumi…

            Tak disangka, tlah menghapus jejak-jejak transparan air mata si bocah

                        Luka menganga saat ditinggalkan malaikat penjaganya

                        Teralihkan oleh cumbuan air dan tanah meski hanya sekedip

            Api yang diwariskan bapaknya, tak kunjung padam walau diterpa hujan

                        Mata berbinar, mulut bergetar seirama dengan desusan angin hujan

Yang menggoyangkan pepohonan dan rerumputan.

            Angin dan air hujan pun berhasil

Mengunci gulingan si kelinci

            Bocah sedikit tercengang,

teringat akan wafatnya sang bunda

Ingus lama terbunuh, turun lagi yang baru

Dibarengi mata yang terkencing

Kini ia harus memikul beban bongkot yang menjadi tanggung tanya

Terpaksa menyepak bebatuan, mencubit rerumputan di ladang

Naluri melunjak, nurani enggan terinjak.

Hingga dewasa, ia sadari bahwa inilah hidup.

 

 Bandung, 6 Desember 2014

Sumber gambar: tv.liputan6.com

  • view 54