Meja Prasmanan

Madno Wanakuncoro
Karya Madno Wanakuncoro Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Mei 2016
Meja Prasmanan

Butakah aku, Tuhan?
Tak bisa memandang sahaja
pada yang durjana

Tulikah aku, Tuhan?
Tak kuasa mendengar jeritan geram
yang tertimbun gelegak tawa

Bisukah aku, Tuhan?
Tak mampu berkoar, mewakili unjuk rasa nurani pada tirani

MEREKA berembuk di istana
Masing-masing bersila di atas singgasana tahta
Mengitari meja prasmanan hasil jarahannya
Mengajak para kolega turut berpesta ria

Semuanya memijak satu lantai larat
Berada di bawah naungan yang berdalih kehormatan
Menjadi budak dari kebijakan
Memang tampak seperti majikan
Yang sekadar ucap titah, langsung laksanakan

Namun… di sudut yang paling sudut dan tersekap
Sungguh sesak oleh jeritan sekarat nan melarat
Batin mereka tersiksa pula teraniaya
Lantaran terhunus keris MEREKA yang berisi iblis

Nurani tersayat keras
Naluri seketika berontak
Kini lautan hukum berubah
Menjadi daratan rimba

Aku pun mengernyitkan jidat
Inikah sejatinya dunia, Tuhan?
Inikah yang kita sebut roda kehidupan?
Yang masih saja berputar entah sampai kapan Engkau segera hentikan?

Pantaskah seorang petinggi yang tak meninggikan bangsanya?
Sanggupkah seorang rakyat jelata menahan amarah kebenciannya?
Aku terkulai lemas lantaran bimbang
Namun aku tak ingin menjadi Tuhan Yang Maha Menentukan

Sungguh pelik perkara borjuis proletar
Bangsawan dan rakyat biasa
Takkan bisa menyatu jika terus dibanding-sandingkan
Apabila masih terkerangkeng oleh eloknya nafsu ego

Haruskah kita menggergaji rantai ketidakpahaman itu?
Perlukah kita putus urat kebodohan itu?
Mampukah ampelas mengahluskan hati kita,
yang penuh noda dosa bernada sumbang?

Aku pun belum mendapat jawaban
Alih-alih nurani dan naluri kukuh berdebat
Perihal masa depan tanah moyang warisan
Warisan dari para leluhur yang penuh harap
Agar kita bisa menikmatinya bersama
Hingga masa cucu dari cucu kita

Bandung, 25 Februari 2015

Catatan: *Gambar diambil dari www.dalidankegilaannya.blogspot.com

Lukisan Surealis Salvador Dali

  • view 97