Sugeng Rawuh & Wilujeung Sumping, Kemarau

Madno Wanakuncoro
Karya Madno Wanakuncoro Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Mei 2016
Sugeng Rawuh &  Wilujeung Sumping, Kemarau

Sugeng Rawuh & Wilujeung Sumping, Kemarau

...

Kemarau, kau tidak pantas dan memang tak minta agar dikasihani. Walau begitu, nampaknya miris nasibmu bagiku. Membikin “ora mentolo”. Kau terlalu sabar, karena itulah kau kuat. Lebih banyak yang resah padamu daripada yang sumringah. Dan sedikit-banyak mereka, kaum pengaku penyair, seolah-olah mengutukmu dengan mesra. Sedemikian halus hujatan mereka.

Untungnya, kau disuruh-Nya membisikkan sesuatu menjelang kehadiranmu. Alangkah tegarnya kau. Bagi kami, yang buta nurani, mungkin takkan tahu bahwa kau adalah salah satu dari sekian wujud keniscayaan. Juga kesetiaan yang bergiliran. Yang justru memesrakan perjumpaan dengan rekanmu, hujan.

Meski kau tak gila-hormat, tetap saja harus bagiku agar menyambut kehadiranmu. Mumpung kesadaran tengah mengerubungiku. Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar galengane.

14 maret 2016

  • view 131