Amor Platonicus~

Dessy Ratna
Karya Dessy Ratna Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 April 2016
Amor Platonicus~

Perjalanan cinta diam-diam yang kamu fokuskan padanya, Apakah akan berlanjut atau sudahi saja? Apa yang bisa kamu harapkan jika menjadi seorang “pemuja rahasia” yang sudah berlangsung selama 4 tahun? Yang kamu lakukan hanya bisa memendam, cuma bisa nangis, cuma bisa menunggu dan berharap dia bakal peka atas perasaanmu selama ini. Nah, aku mengalami ini semenjak aku duduk di kelas 2 SMA, hingga aku duduk di bangku perkuliahan saat ini, hanya mengagumi sosok kaum adam itu, sebut saja namanya “Ryu”. Dulu, waktu SMA kita berbeda sekolah ryu bersekolah di SMA 1 dan aku bersekolah di SMA 2. Ternyata sahabat dia waktu SMP juga jadi sahabatku di SMA. Kebanyakan teman dia ternyata juga teman dekatku. Entahlah itu mungkin sebuah kebetulan. Sampai sekarang aku berfikir kalau semua yang berhubungan dengan Ryu, itu juga berhubungan dengan ku dalam setiap hal. Aku jadi bingung. Atau mungkin kita jodoh ya atau hanya kebetulan semata? Aku sendiri sampai heran “Mengapa aku begitu mengagumi sosok itu?” sampai 4 tahun pula. Oh My God! Tapi dibalik itu semua, menurutku dia itu anugerah dari Tuhan yang tidak pernah aku temui sebelumnya. Jujur, sebenarnya waktu dibangku SMP aku paling benci cowok karena menurutku mereka semua jahat tapi semenjak aku kenal dan bertemu dengan dia rasanya omonganku yang dulu itu jadi bumerang bagiku. Dan alhasil, aku resmi mengaguminya sampai saat ini meskipun dia tidak pernah tahu perasaanku.

**Flashback**

Tahun 2010, itulah awal aku mengenalnya, pertama aku canggung karna aku mengenalnya hanya lewat SMS. Aku mencoba menghubunginya terlebih dahulu, selang beberapa lama ada SMS yang masuk ke handphoneku, aku kaget ternyata dia. Aku mulai membalas smsnya, dan akhirnya kita saling berkomunikasi. Seiring berjalannya waktu, kita cukup mengenal satu sama lain. Seperti biasa kita saling berkomunikasi lewat sms, hanya menanyakan kabar, aktivitas, dsbnya. Hingga akhirnya, aku merasakan sesuatu yang mulai aneh dari perasaanku sendiri, apakah aku jatuh cinta kepadanya? Atau hanya perasaan sesaat. Entahlah aku merasa dia orang yang baik, perhatian, cukup memahami dunia ilmu pengetahuan dan pemahaman agamanya sangat kuat. Oleh karena itu, aku mulai mengaguminya. Pikiranku saat itu, dialah orang yang dikirim Tuhan untuk membimbingku. Aku sungguh bersyukur telah ditemukan dengan orang seperti dia meskipun waktu itu aku belum pernah bertemu dengan dia. Namun, suatu ketika ada sesuatu yang mengharuskanku bertemu dengannya. Waktu itu aku mengikuti lomba yang diadakan disekolahnya, ternyata dia juga mengikuti lomba itu, pertama kali menginjakkan kaki di sekolah itu, entah ada angin apa tiba-tiba aku melihat sosok lelaki yang membuyarkan perhatianku dari orang lainnya. Dari kejauhan aku mencoba memfokuskan pandanganku, melihat dengan saksama, sosok itu juga melihatku, lalu temanku memanggilku dan aku pergi dengan rasa penasaran. Entah siapa sosok itu tapi firasatku mengatakan dia adalah Ryu. Lalu, aku mencoba melihat sekeliling sekolah yang kata orang, termasuk sekolah terfavorit di daerah tempat tinggal ku, aku menoleh ke belakang dan melihat apa yang ku lihat ternyata temanku sedang bertemu dengan sosok lelaki yang ku lihat tadi, mereka bersenda gurau. Dan terlintas dipikiranku saat itu, apa iya dia itu “Ryu” aku sempat ragu namun setelah aku bertanya dengan temanku ternyata dia memang benar-benar Ryu. Ya Tuhan, aku begitu kaget, Ternyata temenku sahabatnya waktu SMP. Jadi, pikiran yang tadi terlintas dikepalaku itu benar adanya. Namun, aku tak berniat untuk menemuinya dan bilang aku teman smsmu (Tidak!) yang bisa aku lakukan hanya melihatnya dari jauh dan tersenyum bahagia telah bertemu dengan Ryu. Ternyata dia cukup manis, memakai kacamata sama denganku. Suatu pertemuan pertama yang tidak akan aku lupa. Mengesankan!

Tahun 2011 aku masih bersamanya. Melakukan hal seperti biasa, berkomunikasi lewat SMS. Tepat, tanggal 15 Februari 2011 untuk kedua kalinya aku bertemu Ryu, waktu itu ada acara pensi dari sekolah lain. Pertemuan kala itu, kita memang sengaja ingin bertemu agar kita mengenal lebih dekat satu sama lain. Ya Tuhan, rasanya itu senang, deg-degan bertemu dengan dia. Entahlah.. Aku duduk disebelahnya sambil menyaksikan acara itu, tepat ada seorang murid yang menyanyikan lagu Mocca - You and I yang ku suka waktu itu aku cukup terkesan dengan alunan lagunya dan ditemani oleh Ryu pastinya. Mengesankan untuk kedua kalinya!

Juni 2011, waktu itu bulan Ramadan. Aku duduk diteras rumah sambil menikmati udara senja, tiba-tiba handphone-ku berbunyi ada sebuah sms masuk setelah ku lihat ternyata Ryu. Awalnya aku senang dia menghubungiku namun mendadak aku kecewa karena dia curhat kepadaku tentang cewek yang disukainya, nama cewek itu “Gista”, nyesek sih tapi gimana lagi yah? Gimana perasaan kalian jika seseorang yang kamu kagumi menyukai cewek lain dan dia curhatnya ke kalian? Sakit jadinya. Meskipun Ryu belum tahu tentang perasaanku padanya, dia berhak curhat ke siapa aja termasuk aku. Kalimat pertama yang aku inget dari smsnya gini “Jadi bingung aku, aku lagi deket sama cewek, aku suka dia, dia temen sekelasku tapi aku belum berani untuk bertindak lebih, aku malu untuk bilang kepadanya” (dahiku berkerut) melihat smsnya seperti itu perasaanku rasanya sakit banget tidak bisa dijelasin pakai kata-kata lagi (Alay deh), yaa mau gimana lagi aku hanya bisa beri support ke Ryu untuk tetap dekat dengan Gista karena aku hanya teman Ryu dan tidak lebih dari itu. Sejak dia mulai curhat tentang Gista, ryu sering banget galau, dari semua curhatannya jujur aku prihatin ke Ryu yaa gimana tidak prihatin, dia seperti dimanfaatkan oleh Gista misal si Gista pengen minta sesuatu barang mesti Ryu beliin, minta anterin pulang sekolah yaa di anterin pulang, dsbnya. Padahal kata Ryu, ternyata si Gista itu lagi suka juga dengan cowok lain tapi Ryu tetap berjuang untuk mempertahankan perasaannya ke Gista meskipun Ryu merasa dimanfaatin. Tapi akhir dari semua itu, Ryu pernah menyatakan perasaannya ke Gista dan ternyata ditolak. Aku hanya bisa memberi saran dan support ke Ryu “kalau cinta tidak perlu dipaksa, cinta hadir dengan sendirinya.” Akhirnya, Ryu bisa terima dengan lapang dada dan kita seperti semula tetap cerita tentang semua hal, yang gak ada habisnya. Sejujurnya, aku lega…

Ramadan berakhir dan berlanjut Lebaran. Lebaran identik dengan silahturahmi yaa bisa di bilang lagi-lagi aku bertemu Ryu. Saat itu, dia begitu manis mengenakan Hem warna coklat, potongan rambut yang rapi, dan memakai kacamata. Bagiku, dia terlihat begitu mempesona. Senang rasanya bertemu dia lagi, hidupku tak ubahnya harus selalu bertemu dengannya. Kita semakin dekat saja dari hari ke hari. Hingga…

Tepat bulan Oktober 2011, Ryu jarang sms aku lagi tidak seperti biasanya. Tapi, mengapa feeling-ku mengatakan ada sesuatu yang Ryu sembunyikan dari aku. Tapi apa? Waktu itu aku masih bertanya-tanya dalam diam. Seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa kehilangan dia secara perlahan-lahan, dia seperti menjauh. Awalnya, aku merasa mungkin Ryu sibuk dengan tugas-tugas sekolah atau hal lain. Tapi, semakin hari aku merasa sikap Ryu berbeda, lalu aku mencoba mencari hiburan dengan membuka situs facebook. Tiba-tiba aku ingat Ryu lagi tanpa pikir panjang aku langsung membuka profil facebooknya, di wall pertama yang ku lihat hanya ada kiriman dari seorang cewek, ku buka profil cewek itu, ternyata dia satu sekolah dengan Ryu dan cewek itu adek kelasnya. Setelah lihat profil cewek itu, tidak ada yang aneh dari cewek itu tapi setelah aku kembali membuka profil Ryu dan lihat lagi kiriman cewek itu kenapa kirimannya seperti ini “ eh, ternyata ini facebooknya mas beutt ya? “ dan ada balasan dari Ryu juga seperti ini “iya dek, ini fbku” aku jadi merasa ada yang aneh saja dengan kiriman itu, entahlah. Namun aku ingat sesuatu, bahwa julukan Ryu di ekskul Tae-Kwon-Donya yaitu “mas beutt” dan yang memberi julukan itu adalah adek kelasnya sebut saja namanya Nike. Sebelum aku menyadari Ryu sedikit menjauh dariku, aku mendengar kabar ternyata Ryu sedang dekat dengan adek kelasnya. Berhari-hari aku kepikiran dengan semua itu, akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan hal itu dengan seorang teman Ryu, setelah aku bercerita dan dia memberitahukan kepada ku tentang sesuatu hal yang membuatku galau lagi, aku mendengar kabar menyakitkan untuk kedua kalinya, ternyata Ryu sudah memiliki seorang kekasih dan kekasihnya itu adalah Nike. Firasatku selama ini benar adanya, Ryu menjauh karena dia sudah memiliki seorang kekasih. Sebenarnya, aku bahagia dia telah menemukan yang terbaik untuk hidupnya setelah kejadian dengan Gista itu. Tapi, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku cemburu. Rasanya saat itu, hatiku seperti ditusuk dengan pisau belati sedalam-dalamnya. Aku mati rasa, aku galau berhari-hari, entahlah kalau berurusan dengan perasaan rasanya semua tidak masuk akal. Aku sempat bertanya-tanya dalam hati “Mengapa kau tidak cerita tentang kekasihmu dan mengapa kau menjauh?”. Namun, sebaiknya aku tidak boleh larut dalam kesedihan aku harus bangkit dan tetap memendam perasaan ini, entah sampai kapan.

Dua bulan telah terlewati, aku bisa terima itu semua dan ternyata aku mendengar kabar Ryu telah putus dengan kekasihnya. Dia sedikit shock untuk mengingat tentang mantan pacarnya itu. Bagaimana tidak ternyata alasan mereka putus cukup tragis. Ternyata nike selingkuh dengan sahabat Ryu, sebut saja namanya Lucas, banyak gosip yang beredar bahwa nike mulai bosan dengan Ryu. Alasan nike lainnya karena sikap Ryu yang posesif sedikit mengganggu kehidupan nike. Padahal, Ryu adalah sosok yang perhatian mungkin dengan cara itu Ryu dapat membuktikan kasih sayang yang tulus terhadap nike. Namun, respon nike berbeda. Maka dari itu, nike selingkuh dan Ryu memutuskan jalin cinta antara mereka. Persahabatan antara Ryu dan Lucas semakin jauh saja karena kejadian itu. Alhasil, Ryu mendekatiku lagi aku tidak merasa bahwa Ryu hanya ambil butuhnya saja terhadapku namun aku merasa kasihan. Aku sangat tahu perasaannya saat itu, sangat terpukul. Aku hanya bisa memberinya support supaya dia tetap kuat. “Apapun yang terjadi, kamu harus ikhlas akan ada hikmah dibalik itu semua, Percayalah!”.

Awal tahun 2012, kejadian itu sudah berlalu. Ryu sudah melupakan kenangan pahit itu. Dan kita hanya memikirkan ujian nasional yang akan kita hadapi serta ujian SNMPTN yang akan kita ikuti untuk masuk ke perguruan tinggi. Setelah, kelulusan di pertengahan tahun selesai, Ryu mengajakku belajar bersama untuk menghadapi ujian SNMPTN. Setiap hari aku bertemu dengannya, menghabiskan waktu bersama, aku begitu bahagia Ryu telah kembali lagi. Ujian SNMPTN telah kita lalui. Ternyata dia masuk Fakultas Mesin dan aku masuk ke Fakultas Kesehatan Masyarakat. Meskipun beda universitas, kami masih dapat bertemu.

Pertengahan tahun 2012, kami masih bersama seperti biasanya. Perasaanku masih sama seperti dulu, hanya bisa memendam saja. Tidak berani untuk mengungkapkan karena seyogyanya kodrat wanita hanya bisa menunggu. Selain menunggu, kita juga harus berusaha karena percuma saja jika kita menunggu tapi tidak berusaha. Berusaha dekat dengannya. Di tengah kesibukan kita menjadi Mahasiswa membuat kami terkadang merasa bosan dengan rutinitas seperti itu, akhirnya kita sepakat jika akhir pekan atau ada waktu luang kita menyempatkan diri untuk keluar bersama menikmati dunia luar yang begitu indah. Hingga suatu ketika, kita berencana hangout di tempat biasa kita nongkrong. Malam itu, Ryu terlihat dari penampilannya yang cool, dan masih dengan sikap yang dingin seperti biasanya. Sosok ini, masih dapat mengikat hatiku. Kita berbincang-bincang tentang perkuliahan yang kita lalui, membahas semua hal dari yang konyol hingga serius. Namun, disela-sela perbincangan Ryu mulai membahas tentang nike lagi jujur aku risih. Dia masih teringat tentang nike. Saat itu, aku hanya mengiyakan segala omongannya. Jujur, aku bosan dengan sikapnya. Hatiku kacau saat itu. Dalam hati aku berkata “Apakah kau tak sadar, aku mencintaimu lebih dari nike? “Apa tak cukup aku begitu sabar menghadapi tingkahmu?”. Aku tahu, aku hanya bisa memendam tak bisa mengungkapkan tapi begitu tidak pekanya dirimu. Selang beberapa waktu, setelah Ryu bercerita panjang lebar tentang kerinduannya akan nike. Aku memutuskan untuk pergi karena ada hal mendadak yang harus diselesaikan. Padahal aku sedang tidak begitu sibuk saat itu namun aku sengaja pergi agar rasa sakit ini tidak terlalu menghujam perasaanku. Ryu yang mengetahui aku akan pergi, mengiyakan. Dan kita berpisah saat itu. Yaa, aku sengaja tidak menghubunginya lagi setelah pertemuan kita selain jadwal kuliahku yang padat aku sedikit malas saja berkomunikasi dengan Ryu. Meskipun terkadang aku merindukannya. Entahlah. Aku benci rasa ini, sedikit.

Di akhir tahun 2012, kita bertemu lagi, dia sering datang menemuiku, mengajakku keluar bersama. Banyak orang mengira aku memiliki hubungan yang special dengan Ryu. Padahal status hubunganku dengannya hanya sebatas teman tidak lebih dari itu. Orang-orang tahu perhatian dan kebaikan Ryu terhadapku melebihi seorang teman. Pernah terbersit dipikiranku ingin mengungkapkan perasaanku, tapi aku tahu diri aku hanyalah teman Ryu. Dan sepertinya ryu tidak memiliki perasaan lebih terhadapku. Buktinya dia tidak peka sama sekali terhadap sikapku padanya. Lagipula aku juga masih risih atas pengakuannya waktu itu tentang nike. Jadinya, aku mengurungkan niatku untuk memberitahukan perasaanku. Bisa dibilang hubunganku dengannya semacam “Friendzone”, Sangat miris!.

Hingga di sepanjang tahun 2013 dan 2014 hubungan kita tidak melebihi jalur pertemanan. Tetap seperti itu, perhatian Ryu terhadapku masih sama. Dia lebih sering memberiku kejutan yang terkadang aku heran maksudnya apa dia sering memberi kejutan, intinya aku seperti bak seorang putri yang selalu di istimewakan, sikap posesif terkadang muncul di dalam dirinya aku tahu itu jadi aku tidak terlalu kaget akan sikapnya tapi terkadang aku berpikiran bahwa “Apakah kau sayang kepadaku, Ryu?”. Sesungguhnya aku ini dianggap apa olehnya, teman, sahabat, atau couple?. Lagi-lagi aku tak berani mengungkapkan perasaanku karena kita sudah terlanjur melewati semua bersama. Yang ada dipikiranku hanya aku takut kehilangan dia. Cukuplah seperti ini, aku perhatian terhadapnya, dia perhatian terhadapku dan tidak ada kejelasan status hubungan kita. Just friend! Sangat mengharukan!. Banyak kenangan tentangnya yang tak dapat ku lupakan, meskipun perasaanku tak pernah ku ungkapkan, aku ingin suatu saat kau tahu perasaan ini, Ryu! J

© When You Love Someone ©

  • view 212