Questions In My Life [Part 2]

Lia Nurbayani
Karya Lia Nurbayani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 September 2017
Questions In My Life [Part 2]

QUESTIONS IN MY LIFE [PART 2]

 

Q             : Li, kamu pernah merasa drop atau mengalami titik terendah dalam hidup tidak?

 

Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan down, drop, patah semangat, motivasi turun atau apapun namanya. Saat mengalami kondisi yang membuat kita merasa down atau drop belum tentu hal tersebut menjadi titik terendah yang kita alami. Namun ada kalanya dalam hidup kita akan menghadapi atau mengalami titik terendah yang kita rasakan, baik itu dalam kehidupan pribadi, lingkungan kerja, ataupun lingkungan social, yang membuat kita merubah pandangan hidup kita sepenuhnya ataupun merubah perilaku kita yang sebenarnya.

Titik terendah yang saya alami adalah pada tahun 2016 dalam lingkungan kerja sepanjang karir saya selama kurang lebih 10 tahun. Pada tahun tersebut benar-benar merubah cara pandang saya dan perilaku saya dalam bekerja maupun dalam berelasi dengan orang lain. Almost everyone said that I’ve changed a lot. Pada saat itu, saya sendiri pun menyadari…sangat menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam diri saya sendiri. Saya sendiri pun sampai bertanya, apakah saya sedang stress berat atau mengalami depresi ringan? Why I’m asking myself like that? Because I felt like these almost a year……The longest mental break I’ve ever felt.

Dalam organisasi sebetulnya hal biasa karyawan keluar masuk, tetapi akan menjadi luar biasa jika karyawan yang keluar merupakan teman, sahabat dan sudah menjadi keluarga kedua kita. Perasaan kehilangan secara bertubi-tubi dengan rekan kerja, merasa dikhianati, merasa tidak dihargai, merasa tidak memiliki nilai apapun tidak hanya dalam dunia pekerjaan tapi juga ternyata dialami dalam kehidupan pribadi. Soooo many things happen in the same time. Hal ini membuat self esteem yang kita punya pun dalam titik terendah yang pernah dialami. Dengan banyaknya kejadian yang dialami secara bersamaan dalam dunia kerja maupun kehidupan pribadi membuat diri sendiri berpikir “Kenapa saya yang harus mengalami ini?” “Kenapa saya harus mengalami hal yang sama lagi?” “Kenapa saya harus merasakan perasaan ini lagi?” Membuat kita merasa memperoleh banyak luka dibandingkan orang lain saat berada di titik terendah kita. Di saat kita sangat memerlukan dukungan dari orang-orang sekitar kita tapi kita merasa mereka menjauh dari kita atau sebetulnya kita yang menjauhkan diri kita dari mereka. Menjauhkan diri agar kita tidak merasa terluka kembali, tidak mau merasakan perasaan kehilangan yang sama lagi, tidak mau merasakan perasaan dikhianati lagi dsb.

Perasaan selama kurang lebih satu tahun itu cukup banyak merubah cara pandang saya pribadi dan perilaku saya di sosial. Saya merasa tidak menjadi diri saya sendiri, menjadi pribadi yang semakin apatis, pribadi yang egois, dan menjadi pribadi yang sulit menjaga emosi.  For me….it’s totally different from the real me. Saat saya menyampaikan apa yang dirasakan pada sahabat-sahabat saya, mereka pun bertanya “Apa yang bisa kita lakukan buat kamu Li? Apa yang bisa buat kamu happy lagi?” Saya hanya bilang…kalian tidak bisa bantu apapun, karena yang bisa mengobati saya sendiri yah saya. Perasaan ini saya yang merasakan dan yang mengalami, jadi saya yang harus bisa mengatasinya meskipun akan butuh waktu lama, bisa berbulan-bulan atau bahkan lebih.

Akhirnya waktu itupun tiba….Allah SWT memberikan saya teguran sangat keras atau bahkan menurut saya, “tamparan keras” di muka saya. Kejadian itu tidak hanya membuat saya menyadari perubahan perilaku saya tapi juga dampak dari perilaku saya ke orang lain. I was cried in my loneliness time…meskipun butuh waktu setahun tapi worth it. Pada waktu tersebut, saya memutuskan untuk berdamai dengan diri saya sendiri, banyak bersyukur dan become a better me.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” (QS Al-Ankabut, 29:2)

Saat mengalami titik terendah tersebut ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran berharga buat saya. Jik kita merasa down kemudian kita merasa hilang semangat dan motivasi kita janganlah terus berlarut-larut dalam perasaan tersebut karena lambat laun perasaan itu akan “menggerogoti” hati kita dan merubah diri kita sendiri. Bukankah apabila hati kita baik maka seluruh tubuh kita pun akan baik pula? Merasa down boleh tapi jangan pernah putus asa atau putus harapan karena itu hanya akan mendekatkan diri kita kepada hal-hal yang tidak kita inginkan. Rasa kehilangan yang terlalu dalam berarti kita banyak berharap pada orang-orang sekeliling kita, padahal kita hanya boleh berharap dan menggantungkan harapan kita hanya kepada Allah Sang Pencipta, Maha Berkehendak dan Maha Sebaik-baik Perencana. Perbanyak rasa syukur dan janganlah merasa kufur terhadap nikmat yang telah Allah SWT berikan. Berbuat baiklah pada orang tanpa pernah mengharapkan balasan, berbuat baiklah seakan-akan Allah melihat kita dan Allah melihat kita dalam berbuat kebaikan. Last but not least….berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan masalah yang datang. Jika perlu kita sambut dan berikan hidangan yang paling utama karena kita tahu Allah sedang rindu dengan kita, rindu dengan doa-doa kita, Allah sedang mendekatkan diri-Nya kepada kita melalui ujian yang Allah berikan dan terus berbaik sangka kepada Allah SWT.  

Di saat ujian datang dan kita cenderung bertanya “Kenapa saya?” … gantilah dengan pertanyaan “Kenapa tidak saya?

Setiap orang memiliki ujian yang berbeda-beda dalam hidup, bahkan dalam satu keluarga pun ujian yang dialami setiap anggota keluarga berbeda-beda. Jadi, ujian atau masalah datang bukan untuk menjatuhkanmu tapi menguatkanmu, ujian atau masalah  datang bukan untuk mempersulit hidupmu tapi untuk mempermudah jalanmu di masa depan, ujian atau masalah datang bukan untuk meruntuhkan kepribadianmu tapi untuk membangun kepribadianmu dan ujian atau masalah datang bukan untuk mengecilkanmu tapi justru untuk meninggikanmu.

“Life is’nt defines by people surround us but it defines by ourself”.

 

Karawang, 19 September 2017

 

#InsightDariAllahSWT

#HikmahDariAllahSWT

 

Wassalamu’alaikum wr wb.

  • view 47