Ibu Rumah Tangga Juga Bekerja

Ulfa Chaniago
Karya Ulfa Chaniago Kategori Renungan
dipublikasikan 16 Mei 2017
Ibu Rumah Tangga Juga Bekerja

Walaupun belum menjadi seorang istri, tapi saya tau persis gimana luar biasanya pekerjaan seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki mbak² dirumah yang bisa meringankan pekerjaanya dengan harus mengurus keluarganya sendiri..

Pekerjaan yang dimulai dr pagi-pagi sekali, ngurus anak² yang mau pergi sekolah, mulai dr nyiapin sarapan nya, baju nya, mandiin dan nganter sekolah, trus beberes rumah, nyuci piring, nyapu, ngepel, terkadang belum lagi selesai masak, udah harus jemput anak² pulang sekolah, dan tak jarang pula anak² lelarian masuk rumah tanpa buka sepatu, nyapu lagi, lanjutin masak lagi..

Konon di zaman sekarang ini, masih banyak suami yang belum bisa menghargai pasangan hidupnya dengan menyepelekan perasaan sang istri..

Mereka dgan egoisnya merasa bahwa pekerjaan dirinya di kantor itu sangat melelahkan, dan sang istri (yang HANYA menjadi ibu rumah tangga dan TIDAK BEKERJA kantoran) diminta untuk mengerti betapa lelah nya bekerja dari pagi hingga sore hari, dan diharapkan ketika ia pulang ke rumah, anak-anak sudah mandi, rumah sudah rapi dan istri sudah cantik agar kelelahan sang suami tak harus ditambahkan dengan melihat kekacauan rumah dan melihat penampilan istri yang masih berantakan, tanpa mau memahami, manusia hanya bisa berharap dan berencana namun seringkali kenyataan tak sesuai dengan harapan..

Rumah yang sebenarnya sudah rapih ga bisa bertahan lama, karena akan berantakan lagi dengan maenan², lantai yang sudah bersih, sebentar aja sudah kotor lagi, bukan berarti rumah ga diberesin, tp memang begitulah kalau dirumah ada anak² , ada aja barang baru yang dijadikan maenan dengan imajinasi mereka dan syukur-syukur kalau anaknya terbiasa utk mengembalikan mainan nya ketempat semula, kalau ga ya jadi kerjaan istri lagi kan yak..

Belum lagi kalau punya bayi, batita, atau balita, beberes rumah sambil ngurus bayi itu luar biasaaa nikmatnya..  #curcol

Beberes rumah kalau nunggu anak tidur sampe sore jg ga akan kelar, ga jarang kadang beberes rumah sambil gendong bayi dilakukan para ibu² rumah tangga, dan itu bukan pekerjaan yang mudah..

Boong banget kalau para suami sanggup ngelakuin hal itu walaupun hanya sebentar tanpa merasa kelelahan, you know what, karena beberes rumah aja udh banyak yang enggan, apalagi sambil menggendong bayi yang dilakukan istrinya hampir setiap hari, walaupun sang istri ga akan meminta bantuan pada suami nya karena ngerasa itu bagian dr job desc nya..

Memiliki balita, terkadang membuat seorang ibu sangat sulit sekali memiliki waktu untuk sendiri, bahkan disaat yang biasanya benar² harus sendiri pun tak bisa lagi dimiliki, seperti situasi yang ada difoto ini..

Mungkin banyak yang akan mengatakan kalau ga perlu lah semua orang tau tentang ini, tapi menurut saya sebaliknya, suami yang istri nya tidak memilki mbak² yang bs membantu menjaga buah hati mereka harus tau, kalau bukan hanya suami saja yang lelah, bukan hanya suami saja yang bekerja diluar rumah, bukan hanya mereka yang tertekan karena deadline, tapi istri mereka juga..

Belajarlah terus untuk saling menghargai, jangan merasa istri yang dirumah itu tidak bekerja dan tidak lelah, lalu semena-mena mengatakan kalau istri nya tak tau bersyukur dan tak bisa mengurus rumah dan anak..

Saya sangat setuju dengan tulisan yang ditulis bapak Jiwo di blog sujiwo.com yang memberikan ijin pada istrinya untuk berlibur sendiri..

Kalau anda seorang suami yang memiliki uang lebih, mungkin bisa meniru cara bapak nya Jiwo untuk membahagiakan ibu dari anaknya..

Tapi kalaupun belum berlebih rezkinya untuk memberikan kesenangan dengan pergi berlibur, jadilah seorang pendengar yang baik, seorang istri mengeluh kan sesuatu biasanya ga perlu solusi, hanya ingin mencurahkan isi hati, bukankah sebelum menikah hal ini juga sering istri anda lakukan..

Bisa juga dengan menanyakan bagaimana perasaanya hari ini, apa aja yang terjadi atau bisa juga dgan meringankan kerjaan istri nya dgan mandiin anak misalnya, jangan taunya marah² ga tentu aja..

Saya hanya membahas tentang seorang istri yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga saja, karena menjadi istri yang juga bekerja, jauuuh lebih sulit mengungkapkan isi hati mreka, karena membagi perasaan dan pikiran untuk pekerjaan dan keluarga pada saat yang bersamaan saja sudah sangat sulit..

Tulisan ini untuk mengingatkan saya pribadi bahwa dari setiap pilihan yang akan saya ambil, saya harus siap dengan segala konsekuensi nya..

  • view 119