Pengamat Beranda Bercerita..

Ulfa Chaniago
Karya Ulfa Chaniago Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 April 2017
Pengamat Beranda Bercerita..

Saya mengamati banyak hal, selain tentang buku-buku nya Ika Natassa yang akan dijadikan film, nama teman-teman yang berubah menjadi nama buah hatinya, teman-teman yang dulunya hanya berfoto sendiri sekarang sudah bersama suami dan anaknya, saya juga mengamati komentar-komentar dari pengikut orang-orang penting di halaman facebook  yang sering mengungkapkan kekecewaan nya pada seseorang tersebut dengan kata-kata yang walaupun halus, tapi tetap saja menyakiti hati, menurut saya..

Karena, satu orang saja yang mengungkapkan ketidaksenangan pada diri kita saja sulit, coba bayangkan bagaimana kalau puluhan bahkan ratusan orang yang berkomentar tentang hal yang sama menggunakan kata-kata yang menohok, tanpa mengingat bahwa seseorang tersebut bukanlah robot, tetapi manusia juga, yang memiliki perasaan..

Sesabar-sabarnya manusia, pasti akan merasa jenuh juga ketika menerima banyaknya komentar-komentar pedas yang dilontarkan orang banyak.. Tidak  akan semudah itu untuk tidak memikirkan komentar-komentar yang masuk..

Menurut saya wajar jika beliau mengungkapkan kekecewaanya juga, sama seperti mereka yang mengomentari, wajar jika beliau tak selamanya bisa menyenangkan hati semua orang..

Kalau memang kecewa, ungkapkanlah melalui pesan, saya rasa jauh lebih bijak..

Ibarat nila setitik yang merusak susu sebelanga, mereka yang memberikan komentar-komentar pedas tersebut lebih fokus pada nila nya, bukan susu nya, saya sempat berfikir, bagaimana jika belanga nya pecah karena tak mampu menahan susu nya lagi, nila nya menjadi tak kelihatan, bahkan susu nya pun jadi tumpah berserakan kalau sudah seperti itu yang rugi siapa? Apakah seseorang yang dikomentari atau termasuk yang mengomentari??

Wallahu a'lam..

Janganlah terlalu fokus pada satu kesalahan manusia, sedangkan beliau sudah memberikan banyak kebaikan..

Kalau ingin menegur, tegurlah dengan santun, kalau kecewa ungkapkanlah kekecewaan tersebut dgan santun pula..

Tapi bukankah lebih baik mendoakan beliau, kalau memang sepertinya sudah tidak berada di jalan yang benar (menurut anda) doakanlah agar kembali jalur yang benar, doa orang banyak itu biasanya makbul loh..

Tapi siapalah saya, yang memberikan saran seperti ini,  sukur² kalau ada yang baca, konon lagi ngarep dijalankan saran nya.. Saya hanya seorang pengamat saja, mengamati hal-hal yang menurut saya menarik yang terkadang menurut orang lain tidak..

Siapalah saya yang sering tidak sepaham dengan pemikiran orang banyak tentang ini yang menuliskan pendapatnya..

 

pic from here

  • view 56