Memilih Pasangan Sama Seperti Memilih Sepatu

Ulfa Chaniago
Karya Ulfa Chaniago Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 Oktober 2016
Memilih Pasangan Sama Seperti Memilih Sepatu

Hampir semua orang tau lirik lagu nya Tulus  yang berjudul Sepatu, yang menggambarkan sepasang kekasih. Walaupun sangat berbeda mulai dari bentuk, kanan dan kiri,  namun mereka tak terpisahkan,  jika yang kanan rusak, maka yang kiri tak akan berguna.
 
 
Jika pada lirik lagu tersebut Tulus lebih mengambil sisi menerima kekurangan pasangan namun tetap berjalan bersisian, susah senang bersamalah kita katakan, tapi kita juga bisa mengambil kesimpulan lain dari Sepatu dalam hal mencari pasangan hidup tentunya.
 
 
Ketika seseorang memilih sepatu, apa yang menjadi prioritasnya, nyaman kah di kaki ketika dibawa berjalan, atau indah di kaki namun tidak nyaman?
 
Banyak wanita (khususnya) yang memilih sepatu karena kelihatan bagus dan yang mahal harganya namun tak nyaman di kaki meski pun ukuran sepatu tersebut tak sesuai, “Beauty is pain”  kata mereka, sebagian besar wanita lebih mengutamakan penampilan dibandingkan kenyamanan ketika digunakan, mereka rela menahan sakit ketika berjalan agar matching dengan clutch atau dress  mereka.
 

Saya banyak sekali memiliki teman yang bercerita tentang kerabat mereka yang memilih pasangan seperti memilih sepatu, yang terlihat indah namun tak nyaman di kaki.
 
 
Mereka yang bisa dikatakan mampu dalam hal materi,  ketika di luar rumah menunjukkan kemesraan dan melakukan hal manis pada pasangan nya, padahal pada kenyataannya tidak seindah itu, ketika mereka memasuki rumah, menutup pintu dari tatapan tetangga dan dunia luar, mereka bagaikan dua orang asing yang tak saling kenal, sibuk dengan dunia mereka masing-masing, sibuk dengan pekerjaannya, dan bahkan anak mereka pun tak pernah merasakan kasih sayang dari mereka berdua, mereka berdua terlalu sibuk mencari harta, demi memenuhi kebutuhan keluarga, kata mereka!
 
 
Jika dalam hal sepatu, ada jari-jari yang terluka di dalamnya, ada kulit yang  lecet karena sepatu yang tak nyaman tersebut. Jika dalam keluarga, ada anak yang merindukan kasih sayang mereka, yang tak menginginkan harta namun lebih memilih pelukan hangat sebelum tidur, ditanyakan apa saja yang anak lakukan dalam sehari ini, dan sapaan ceria di pagi hari dari kedua orang tua nya.
 
Hal ini lah yang banyak memicu anak memilih narkoba demi mencari kebahagiaan dirinya, dan seringkali ketika seorang anak sudah terlibat narkoba, kedua orangtua nya akan merasa bingung,  mengapa hal ini harus terjadi pada mereka, pada keluarga mereka, pada anak mereka yang semua keinginannya mereka penuhi, maka mulailah pertengkaran antara Ayah dan Ibu karena mereka tak bisa menjaga anak mereka hingga ter jerat narkoba.
 
Jika dalam hal sepatu, mungkin si pemakai tak bisa menyalahkan siapa pun, karena ia sendiri lah yang memilih untuk memakai sepatu yang tak nyaman tersebut, dan akan mulai menyesali keputusan itu ketika jari jari nya terluka dan lecet, namun sayangnya hal itu sudah terlambat, karena luka akan selalu meninggalkan bekas, namun lain halnya dalam sebuah pernikahan bijaklah memilih pasangan hidup kamu, yang menemani kamu seumur hidup kamu
 
 
Bagi yang memilih kenyamanan, tentu saja kebalikan dari yang memilih tak nyaman tadi. Mereka jauh lebih bahagia, tak ada sandiwara di dalam hidup mereka, layaknya sepatu yang nyaman, walaupun tak mahal harga nya akan dibawa ke mana saja sampai sepatu tersebut sudah benar-benar tak layak pakai lagi.
 
Sepatu yang mahal, akan kita jaga memakainya, memilih tempat yang layak untuk memakai nya, dan memastikan siapa saja yang layak melihatnya.
 
Namun tidak dengan sepatu yang memberikan kenyamanan lebih, siapa saja bisa melihat nya dan siapa saja tau bahwa sepatu tersebut memberikan kenyamanan si pemakai, karna si pemakai bebas melangkah, melompat bahkan berlari menggunakan sepatu tersebut.
 
Dalam pernikahan, merasakan kenyamanan ketika bersama pasangan itu penting, karna ketika kita nyaman dengan pasangan kita, kita akan bebas menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi seseorang yang pasangan kita inginkan atau orang lain inginkan ketika kita bersama pasangan, just be your best self!
 
Ketika Ayah dan Ibu bahagia dan saling nyaman bersama, maka hal ini akan tertular kepada anak, seorang anak yang setiap hari melihat Ayah dan Ibu nya bercanda dan saling mendukung satu sama lain akan jauh lebih bahagia, prestasinya juga akan bagus, anak juga akan lebih nyaman dan bebas mencurahkan isi hatinya jika ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, dan merasa tak kekurangan kasih sayang dari Ayah dan Ibu.
 
Mereka yang hanya ingin terlihat cantik dan mewah ketika memakai sepatu yang sakit walaupun mahal, bisa dipastikan mereka lebih mementingkan dipandang orang lain, daripada merasakan kebahagiaan diri sendiri demi gengsi atau apalah itu namanya.
 
Mereka yang memilih kenyamanan dengan sepatu yang biasa-biasa saja biasanya akan jauh lebih bahagia dibandingkan yang tak nyaman tadi, karena mementingkan kebahagiaan diri sendiri tanpa mempedulikan apa kata orang lain tentangnya.
 
Intinya jika memilih pasangan hanya karena jabatan, harta atau yang lainnya, namun hati merasa sangat tak nyaman dan sudah tau apa risiko nya jika tetap memilih menjadi pasangannya tersebut, maka persiapkanlah hatimu agar tak terlalu terluka karena dari awal sudah mengetahui apa yang akan terjadi jika tetap memilih seseorang tersebut menjadi pasangan kamu.
 
Sepatu dan Manusia jika disamakan dalam hal berpasangan memang banyak benarnya, tak sama bentuk namun serasi, tak sempurna, namun saling melengkapi, tak berguna jika yang satu tak ada, dan akan terus saling mendampingi satu sama lain sampai tak layak pakai lagi, jika pada manusia sampai pasangannya meninggalkannya dan kembali pada Yang Maha Segalanya.
 
Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari benda-benda yang ada di sekitar kita, namun tak banyak yang mau mencari tahu nya dan tak banyak pula yang mempedulikan hal tersebut.
 
Padahal ilmu itu kan ada di mana saja dan dari mana saja, tinggal bagaimana kita nya, mau mencari tau atau tidaknya, bahkan dari sepasang sepatu saja, kita bisa mempelajari nya.

  • view 451