Mentoring PART 1

Luthfiah Fadlun
Karya Luthfiah Fadlun Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Maret 2016
Mentoring PART 1

Sesuai kesepakatan di grup, Selasa pagi jam 7 di saung belakang fakultas. Menjadi pertemuan pertama antara aku, Aisha?dan kalian, adik-adikku yang unyu2. Dimulai dengan perkenalan satu per satu. Memberi first impression dengan 2 bungkus kue cubit coklat-keju dan sebotol milkuat untuk masing-masing orang. Ini bukan nyogok yaaa.. Seneng rasanya karena semua hadir walau beberapa ada yang telat. Kemudian membahas tentang materi awal ?Ma'rifatullah? atau mengenal Allah.
Diakhir penyampaian materi, diadakan sesi tanya jawab. Beberapa adik bertanya di luar pembahasan. No prob bagi kami.
Dan? Salah satu orang bertanya ?Ka, apa sih batasan mengenal Allah?? Glek. Jujur, aku cukup terkejut dengan pertanyaannya. Aku menatap Aisha. Aisha menatap balik. Aku menjawab ?Sepengetahuan kakak, ketika kita tahu makna surat Al-Ikhlas, kita tau apa batasan mengenal Allah yang jelas. Oke, untuk lebih jelasnya kk jadikan PR ya.? Jadilah itu PR pertamaku untuk minggu depan. Adik tersebut hanya mengangguk-angguk.
Minggu depannya, setelah aku bertanya pada yang lebih ahli dariku a.k.a ummiku, aku kembali menjawab pertanyaan adik tersebut. ?Tugas manusia itu berpikir, berpikir, berpikir, berpikir, dan berpikir. Jika sudah tak mampu berpikir, terima dengan iman. Begitupun dengan mengenal Allah, pikirkan segala kekuasaannya, jika sudah tidak mampu dengan berpikir, maka terimalah dengan imanmu?


Bagiku, menjadi pementor bukan dituntut untuk segera bisa dan mampu. Tapi diajarkan untuk banyak tahu dan belajar. Bukan menggurui, tapi untuk berbagi tentang baiknya Allah pada manusia dalam segi apapun dan kewajiban manusia bersyukur atas kebaikan Allah pada kita. Jika tak tahu, bilang tidak tahu dan jangan sok-sokan sok tahu. Makanya, tak ada salahnya jika adik mentee punya jawaban yang lebih benar dari pementor. Karena bisa jadi, ia lebih tahu. Makanya ada yang namanya proses saling mengingatkan :)

  • view 98