Jalan Sendiri

Luthfiah Fadlun
Karya Luthfiah Fadlun Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Maret 2016
Jalan Sendiri

?Sekali-kali coba duduk sendiri disekitaran orang lagi makan bersama keluarga trus amati yang terjadi? itu kata temanku suatu saat.

Hari ini mungkin dengan tidak sengaja aku benar-benar melakukannya. Setelah hampir nyasar di jalan Bandung yang searah akhirnya sampai di Ciwalk. Aku keliling sendiri dan jadi ingat dulu foto buken sekelas ke sini. Wuaah, ga banyak berubah sih, tapi kalau liat spot-spotnya masih keingetan siapa aja yg foto di sana.
Aku duduk di tengah-tengah di sebuah meja restoran setelah memesan makanan. Entah hal apa yang membuatku tiba-tiba memusatkan perhatian pada sudut meja sebelah kananku. Keluarga kecil yang terdiri dari ibu, ayah, dan anak laki-lakinya. Aku sedikit tersenyum ketika sang anak entah karena mulai tak betah atau tak suka makanannya dan ia mulai merajuk. Dan, tessss.. Sang ibu dengan mudah mencubit anaknya tanpa membujuknya terlebih dahulu. Aaa.. Aku langsung terdiam. Untungnya sang anak tak sampai menangis. Heem..
Tak berapa lama kemudian, datang seorang kakak yang mungkin lebih tua dariku dan adiknya yang jauh lebih muda dari Abdan duduk di sebelah kiriku. Mungkin ini pengalaman pertama untuk adiknya dalam menggunakan sumpit. Aku melihat jelas bagaimana sang kakak mengajarkan adiknya perlahan cara menggunakan sumpit dan sendok bersamaan dan mengurutkan makanan apa yang mesti dimakan terlebih dahulu. Ketika adiknya ingin memasukan makanannya ke mulut, sang kakak menarik perlahan adiknya dan mengajaknya berdoa sebelum makan terlebih dahulu. Aku tersenyum melihatnya.
Kembali aku terfokuskan oleh kumpulan ibu-ibu yang mungkin sedang reunian dan membawa anak-anaknya di depanku. Seorang ibu memangku anaknya yang kira-kira masih 1 tahun lalu kemudian dengan cukup cepat membuat anaknya berdiri di atas pangkuannya dan mengganti bajunya. Beberapa kali sang anak terlihat tidak seimbang, namun sang ibu dengan mudah membenarkan posisi anaknya kembali dan segera memakaikan baju pada anaknya. Pada awalnya aku cukup khawatir namun sang ibu berhasil. Ini hebat
Dan, aku memahami bahwa?
1. Cara didik orang tua tak akan mampu disembunyikan bila berada di luar rumah walaupun memang dapat diubah.
2. Cara didik orang tua yang mengajarkan kesabaran dan sistematis dan menurun pada cara anaknya mengajarkan pada yang lainnya.
3. Ibu tetap paling hebat kapanpun, dimanapun, se-rese apapun anaknya, se-nyebelin ga bisa diaturnya. Pokoknya TERBAIK buat ibu dimanapun!

  • view 122