Surat Cinta untuk Ummi

Luthfiah Fadlun
Karya Luthfiah Fadlun Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Januari 2016
Surat Cinta untuk Ummi

Bismillah..


Dengan kasih Tuhan yang tak terkira dan sebait doa rindu, aku memulai.
?Wahai Rabb, Ampunilah segala dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana ia menyayangiku semasa aku kecil. Aamiin.?

Assalamualaikum Warohmatulahi Wabarakatuh..
Seriring salam penuh keberkahan kukirimkan untuk wanita sholehah idaman Abi dan sosok perempuan penuh sayang untuk kami, anak-anaknya, Ummiku. Jika kini hujan benar-benar menyerbu bumi karena cintaNya, bersama pula ribuan doa dan rindu mengiringi untukmu.


Ummi, ini mungkin sedikit ingatanku akan nasihat dan cintamu untukku. Tapi yakinlah, ada segenap cinta yang sampai saat ini tak bisa kurangkai lewat lisan. Mungkin karena aku terlalu malu dan belum jadi apa-apa untukmu.


Aku ingat sekali, ketika suatu masa aku benar-benar terpuruk bahkan sampai detik ini aku masih banyak mengeja kehidupan yang belum tuntas kumengerti. Namun, mudah sekali kau membangkitkan pemahamanku. Katamu, ?Ingatlah anakku, problematika hidup adalah sebuah keniscayaan. Ketika kamu bisa menghadapinya, kamu termasuk orang yang beruntung. Kakak tahu, seorang pelaut yang hebat itu bukan dilihat dari bagaimana caranya ia bisa mengarungi samudra luas dengan ombak tenang. Tapi dilihat dari bagaimana ia bisa melawan arus ombak marah. Kakak tahu, orang itu bangkit bukan karena pukulan dari orang lain tapi hantaman keras dari dirinya sendiri untuk dia tetap bangkit, untuk dia tetap istiqomah, untuk dia tetap bersyukur atas nikmat hidupnya.?. Kau angkat wajahku, pegang pundakku, dan kau tatap mataku penuh cinta. Aku buat harapan baru di sana, saat itu.


Suatu kali aku merasa begitu gagal pada banyak hal. Kau hadir dan buatku percaya aku punya Ia yang jauh lebih indah. Katamu, ?Kepercayaan orang mudah didapat, sayang! Tapi bagaimana kita dapat kepercayaan penuh dari Allah itu tujuan kita. Jangan pernah menyerah untuk dapat kepercayaan. Allah itu mudah membolak-balikkan hati hambaNya. Kun fa ya kun. Jadilah maka jadilah!?. Kau selalu datang tepat waktu untuk menghangatkan hatiku yang murung.
Ketika aku benar-benar dalam keadaan penuh rasa takut. Kau datang menenangkanku. Katamu, ?Kakak tahu, sebesar apapun kesalahan kita, Allah selalu tetap sayang terhadap hambaNya yang berani mengakui kesalahannya. Kakak tahu, semua manusia itu punya yang namanya sebongkah daging dalam tubuhnya yang mana dengan sebongkah daging itu orang bisa menjadi baik dan bisa pula ia menjadi buruk. Kakak tahu, Allah selalu tahu jalan terbaik untuk hidup kita. Maka bersyukurlah kau, Nak!?. Aku selalu ingat dekapan hangatmu menghancurkan dingin hatiku.


Ummi, aku begitu bersyukur ketika mulai 20 tahun yang lalu Tuhan beri kesempatan untukku merasakan setiap sentuhan dan dekapan hangat yang selalu kurindu, setiap energi positif yang selalu muncul ketika bersamamu, setiap bait-bait doa malam yang kau kirim untukku, bahkan setiap keringat dan tangisan untuk membahagiakanku. ?Selamat Hari Ummi?.
Ya Rabb, Anugerahilah Ummiku kesempatan dan kemampuan untuk selalu mensyukuri nikmat umur, nikmat sehat, nikmat waktu, nikmat kelapangan harta, nikmat ketenangan jiwa, nikmat ilmu, nikmat ukhuwah dan persatuan, nikmat keluarga, nikmat iman, nikmat menolong hamba-Mu yang lemah, serta nikmat beribadah kepada-Mu.


Ummi, Biarkan dunia akan merayakan hari untukmu, namun untukku, setiap hari dan hari-hari seterusnya adalah hari untukmu. Terima kasih untuk segala sayang, cinta, harapan, semangat untuk kami. Semoga kita dapat bersua kembali di rumah-Nya nanti.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakaatuh.


13 Desember 2015
Dari Anak Sulungmu yang Merinduimu,


Luthfiah Fadlun Muhammad

?

raiseyourdream.tumblr.com

  • view 378