Distance

Distance

Lutfiah
Karya Lutfiah  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Januari 2017
Distance

Distance

Apa yang pertama kali muncul dipikiran lo saat dengar kata ini? Kayanya sih LDR ya? Bener gak? 

Distance [english] = Jarak [KBBI : Ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat]. 

My own translate : Jarak adalah ruang panjang nan jauh baik terlihat maupun samar di antara dua raga ataupun lebih.

Bicara soal jarak nggak melulu bersangkutan dengan ihwal pacaran, tetapi bisa juga dalam hubungan kekeluargaan dan pertemanan atau persahabatan. Menurut gue pribadi jarak itu sesuatu yang multiaction, jarak bisa menghapus sesuatu bisa juga menciptakan sesuatu. 

 

“Tapi apa memang persahabatan bisa kendur karena jarak? Aku yakin inti persahabatan tentu tidak rusak. Tapi jarak dan tempat tidak bisa berdusta, berpisah secara fisik bisa merenggangkan keintiman persahabatan, karena tidak lagi disiram oleh pertemuan, canda dan diskusi” – Ranah 3 Warna

Dengan adanya jarak itu berarti berpisah, walau tak selamanya seperti itu. Seperti kutipan di atas, jarak bisa menghapus kedekatan yang dalam antara sahabat sebab pada dasarnya memang jarang sekali ketemu, ditambah jarang pula saling berbicara, jangankan untuk sekadar bercanda melepas penat hati, untuk menyapa saja mungkin akan terasa enggan. Sebab ini yang gue rasain, jarak bisa membuat dua sahabat kembali tak saling mengenal. Selain jarak ruang dan waktu, tercipta pula jarak yang abstrak, jarak yang ga terlihat namun sangat terasa. 

 

Berbeda halnya jika jarak yang ada diisi dengan percakapan sederhana namun kontinyu, hal itu akan membuat jarak kian membias dan tak terlalu kentara, hal itu pula yang mampu menumbuhkan kerinduan, sebab dari seringnya bercakap, ketika tidak ada kabar kemungkinan akan merasa ada yang hilang, kerinduan itu pula lah yang sejatinya akan tetap mengusung inti persahabatan. 

Jarak pula mampu membuat dua insan saling menyayangi, sebab jarak yang ada diisi oleh rindu yang mengalir melalui do’a. 

 

Jarak adalah kemusnahan, jurang peretak keeratan.

Jarak adalah kekuatan, ketangguhan yang mencipta rindu.

 

“Kenangan ya? Masih adakah yang mengenang? Masih adakah yang memedulikan? Entahlah...

Hari ini aku masih bisa mendengar suara mu, tapi nanti, aku tak tahu...

Masih bakal adakah hari yang seperti hari ini?...

Kita mungkin bakal lupa sama hari ini. Kita pasti bakal berpisah lebih jauh dari sekarang. Entah bakal tetep saling kenal atau nggak. Entah bakal bisa ketemu lagi atau nggak, nggak ada yang tahu, nggak ada yang bisa jamin.

Mungkin nggak akan ada lagi ‘kita’. Mungkin kita bakal saling lupa sebab sudah punya kehidupan masing-masing. 

Mungkin ‘kita’ ini nggak terlalu penting, tapi memang begitu namanya kehidupan, gak akan bisa kita bareng-bareng terus. 

kita pasti pada punya tujuan dan jalan sendiri-sendiri. Kemungkinan ‘kita’ bakal punah, saat jarak diantara kita semakin tergambar nyata.

Entah kapan, mungkin juga gak akan ada ‘kita’ untuk bareng-bareng lagi. Tapi, gue harap  masing-masing dari ‘kita’ akan selalu ada di kehidupan yang baik sampai nanti...”

 

  • view 91