TANGGAL

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Januari 2017
TANGGAL

Tidak mudah mengentaskan perasaan kepadamu. Malam-malam tak lebih dari riuh sepi yang mengudara. Tak ada yang sedia berbicara selain jarum kenangan yang berputar seenaknya. Mereka: sepi juga kenangan serupa anak kecil yang asyik bermain dalam genang air dari rintik mataku.

Mudahkah bagimu untuk melupakan? Bagiku ia menjelma ruang kosong yang mengerikan. Serat-serat pelukan tertinggal pada sandaran kursi. Beberapa helai senyummu tergeletak di meja tempat kita menghangatkan percakapan. Aku meraba mereka. Mengingat kembali hal-hal yang dulu kita punya. Semacam rindu, gelak tawa, juga sekilas pertengkaran kecil.

Barangkali ingatan itu, Sayang, seperti yang Aan Mansyur katakan, memiliki lengan untuk menjangkau ke masa lampau. Ia mampu meraup habis nada tertawamu, jejer gigimu yang rapi, juga wajah kekanakanmu yang menyenangkan. 

Aku memberanikan diri tinggal lebih lama. Mengingat rekat lenganmu yang ringkih di pundakku juga sepasang bola mata kecilmu yang jenaka. Sebegini sulitkah menanggalkanmu?

11117

 

 

  • view 93