Musim Semi Di Dadaku

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Desember 2016
Musim Semi Di Dadaku

Setiap bertemu kamu, musim semi meletup di dalam dadaku. Rumpun-rumpun bunga bernyanyi kepada kupu-kupu. Mereka bercengkrama melilitkan rasa sesak sekaligus bahagia. 

Kadang-kadang, aku ingin sekali membawamu kepada musim semi milikku. Mengajakmu berkeliling di sebuah padang rumput yang landai. Lalu duduk di teduh pohon yang satu-satunya. Pohon itu kunamai dengan namamu. 

Ia memiliki batang tubuh yang tak terlalu besar, tetapi kokoh. Mirip sekali dengan tubuhmu. Barangkali itulah sebabnya pohon itu sepertimu. Aku senang bersandar di sana. Melepas resah juga rindu yang kadangkala terlalu cepat datang sehabis pertemuan kita yang lebih sering tak terduga. 

Musim semiku memiliki udara yang hangat. Ia tercipta sebab senyum, sapa dan suaramu. Langit di sana berwarna biru sedikit merah muda, mirip warna topi yang kamu pakai ketika berfoto kala itu. 

Entah sebab apa musim semi itu memilih hidup jika bertemu kamu. Ia menggeliat bagai jamur yang tercukupi hujan. Subur dan ruah memenuhi rongga dada. 

Jika suatu hari kamu ingin pergi ke sana, kamu bisa mencarinya di dalam rongga dadaku. Di sana ada sebuah pintu berwarna hijau sedikit coklat. Kupikir terbuat dari kayu tetapi entah jenis apa. Kamu tidak perlu membawa kunci. Cukup sapukan tanganmu di daun pintu itu. Ia akan mengenalimu. Lelaki yang melingkarkan tangannya di bahuku pada pertemuan pertama.-

  • view 188