Menjadi Tanah

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 November 2016
Menjadi Tanah

Kamu bukan pecundang. Lelaki yang sedang memperjuangkan mimpi-mimpinya bukan pecundang. 

***

"Kangen tapi hanya bisa jadi pecundang. Maaf!"

Berkali-kali kubaca pesan singkat yang kamu kirim. Pukul 23.30 dan kamu berkata kangen padaku. Agak aneh sebenarnya. 

Entah apa yang membuatmu tetiba merasa kangen. Bagiku sedikit ganjil. Kurasa ini pertama kalinya kamu berbicara soal perasaan setelah cukup lama menghindarinya. Namun sungguh tak ada yang salah dengan merasa kangen. Dan itu jelas bukan pecundang. 

Aku juga kangen dan itu berat. Setiap hari menahan diri dari kata-kata yang hampir melesat ke udara. Mati-matian menelannya sendiri. Aku tak ingin memaksakan temu. Aku tak ingin membebanimu dengan hal-hal yang tak perlu. Kamu memiliki hidup yang tengah kamu tata sendiri. Ada mimpi yang mesti kaurawat dengan seksama.

Bila saat ini aku tak cukup untuk menjadi prioritas, maka biarlah begitu. Mimpi-mimpimu lebih butuh untuk dirawat. Mereka harus hidup dan besar.

Suatu hari nanti, jika mimpi-mimpimu telah cukup dewasa, mari kita bertemu. Bawa ia ke hadapanku. Akan kusertakan pula kepadamu pepohon rindu yang telah kurawat. Barangkali mereka bisa menjadi teman dekat.

Kamu harus tahu, tak ada yang lebih aku inginkan selain melihatmu tumbuh kuat bersama cita-cita yang kamu pelihara. Sebab bagiku, mencintaimu, aku harus menjadi tanah. Hampar luas buat geliat mimpimu. Geming hening yang membebaskanmu. 

291116