Pergumulan

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Puisi
dipublikasikan 22 Oktober 2016
Pergumulan

Malam tak pernah luput merawat gundah. Menyelinap di antara tubuh yang tabah menampan takdir.

Di balik kemul, sejumput ringkuk, ringkih menahan gelisah. Pada kelopak matanya, huruf-huruf kecemasan meminta buat dieja.

Ia percaya, dalam lelap, Tuhan tak tidur. Gulita seumpama tikar yang mengalas lempengan doa, membentang padanya leladang asa.

Lirih ucap ia pintal ke langit. Mengais sulur-sulur cahaya dengan sujud panjang.  

Sebuah mukena lusuh, lebih mirip suhuf permohonan dari sekadar tudung kepala. Ditulisnya beberapa permintaan penting kepafa Tuhan. 

Wanita ini, yang bagiku fajar justeru amat membenci pagi. Sebab baginya: satu pagi lagi berarti satu lelah lainnya menunggu buat dihidupi.

Cibeber, 221016

  • view 94