UP

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Juli 2016
UP

 

Seremonial penerimaan siswa baru kemarin pagi ditandai dengan pelepasan balon udara. Simbol cita-cita yang diterbangkan ke langit. Tetiba, aku teringat kepada guruku. Ia kerap menyemangati murid-muridnya dengan nasihat, "Bercita-citalah setinggi langit".

Seiring menuanya usia, nasihat yang dulu terdengar amat bijak perlahan tergeserkan keadaan. Ia lalu berubah menjadi kalimat "Punya cita-cita gak usah terlalu tinggi nanti giliran jatuh, sakitnya kebangetan". Benarkah demikian? Benarkah kita tak perlu bercita-cita terlalu tinggi supaya tak jatuh terlalu sakit?

Aku hampir sepakat, ketika cita-cita yang kurangkai semenjak kecil tak jugaterwujud. Ah rasanya kok semesta tak kunjung mendukung apa-apa yang kumau. Aku putus asa. Lantas mengubah haluan. "Realistis saja, jalani apa yang ada. Tak usah muluk-muluk."

Namun hari ini, aku dirasuki kesadaran. Melihat balon udara itu pelan-pelan terbang. Menyaksikan anak-anak itu menatapnya dengan binar penuh harap. Hatiku tetiba diruapi sesuatu. Cita-cita yang telah lama kulupakan atau tepatnya sengaja kulupakan, mulai berkelindan di dalam otakku. 

Kupikir tak ada yang salah dengan bercita-cita tinggi. Bukankah selain nyawa, yang membuat manusia hidup adalah harapan? Cita-cita? Aku merasa bodoh pernah menyerah pada cita-citaku, pada diriku.

Yang harusnya tak melangit bukanlah cita-cita tetapi diri sendiri. Cita-cita harus tumbuh di langit. Dibesarkan di udara supaya ia dekat dengan pemilik semesta. Supaya suatu saat ia sampai kepada pemilik sesungguhnya. Lalu perihal waktu saja ia akan dititipkan pada kita. 

Sedang diri sendiri, ia lah yang harus tetap membumi. Mengakar kuat. Menjelma menjadi pohon: hidup dari air dan tanah. 

Mimpi dan cita-cita adalah kuncup yang jika kita mengakar lebih kuat, ia akan tetap tumbuh. Jadi barangkali, masalahnya bukan pada seberapa tinggi cita-cita kita tetapi seberapa kuat kita untuk membuatnya menjadi tinggi. 

Seperti yang dikatakan Arai tentang mimpi-mimpi, ia bilang "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. - Edensor"

Mari hidupkan mimpi, semaikan cita-cita. :)

 

  • view 226