Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 15 Juli 2016   13:22 WIB
SINDANGKERTA

Sindangkerta,

Suatu hari pada tahun yang entah, laut ini adalah yang sering kita kunjungi. Engkau berdiri bersama kami memegang ponsel merahmu. Di depanmu, dua bocah bercelana dalam merah menyala dan seorang lainnya bergaris kuning merah muda. Mereka tertawa lepas pada laut yang juga lepas. Dejejaknu ombak, kerikil, pesisir. 

Sindangkerta,

Suatu hari pada tahun yang entah, laut ini adalah yang sering kita kunjungi. Engkau masih berdiri bersama kami memegang ponsel hitammu. Di depanmu, seorang anak lelaki berkemeja kotak-kotak putih lahap dengan mie ayam yang ia pesan. Waktu itu gerimis. Jejak hujan menempa ombak, kerikil, pesisir.

Sindangkerta,

Suatu hari pada tahun yang entah, laut ini adalah yang sering kau kunjungi. Waktu itu senja, bias cahaya menjejak ombak, kerikil, pesisir. Engkau berdiri tanpa kami, tanpa ponsel. Dengannya bertaut lengan.

Sindangkerta,

Pada tahun yang entah, laut ini adalah yang tak akan kami kunjungi (lagi). 

Cibeber, 290116

Karya : Lupy Agustina