Ruang Sunyi

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Juli 2016
Ruang Sunyi

Pertemuan kita adalah percakapan bisu. Ruang temu bagi pikiran-pikiran yang berbicara sendiri. Kamu duduk di kursi dekat pintu. Aku bersender pada kursi di depan televisi. Di antara kita; meja, setoples makanan, juga dua kursi kosong menjadi amat riuh dari biasanya. 

Pembicaraan seperti apa yang harus kusemai denganmu? Haruskah kuawali dengan, "Apa kabar?" atau kubilang saja, "Hey, aku rindu!"

Aku tertawa dalam hati merutuki mulut sendiri. Sebegini gugupkah aku bertemu denganmu? Kucatat dalam-dalam: cinta bisa mendatangkan penyakit lemas lidah. 

Aku, kamu, kita sibuk menonton drama Korea milik saudaramu. Kuamati wajahmu diam-diam. Sementara kata-kata di dalam otakku berdesakan meminta dibukakan jendela. Mereka berkata-kata sendiri, "Sejak kapan rambutmu berubah warna?" Ah, tapi aku terlalu pemalu untuk bertanya padamu.

Bagaimana bisa aku begini peduli, sedang engkau sibuk meruapi diri dengan asap dari rokok kesayanganmu. Marlboro? Betapa ia amat istimewa. Tak kau tanggalkan bahkan sekadar untuk bercakap singkat denganku.

Kita sedang membiasakan diri menjadi asing bagi satu sama lain. Dekat namun berjarak. Aku yang sungkan, kamu yang enggan. Aku memilih diam dan kamu bungkam. 

Dulu, kita tak seaneh ini. Kamu selalu penuh celoteh. Amat tahu menjadi riang, jenaka, dan menjengkelkan dalam sekali waktu. Atau barangkali, akulah yang tak pernah benar-benar mengenalmu. Seberapa sepi ketika kamu menjadi sunyi.

-terserah kau sebut apa ini: sabtu, 090716