The Other Words

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Lainnya
dipublikasikan 03 Juni 2016
The Other Words

Beberapa hari yang lalu, saya membaca catatan Daeng Krishna Pabichara juga catatan seorang rekannya. ketika membaca catatan kedua orang tersebut, saya kerap mengernyitkan dahi. pasalnya, ada pemakaian diksi yang masih "asing" khususnya untuk diri saya sendiri. Barangkali, ini adalah salah satu efek samping dari mahasiswa yang gagap baca. Tak banyak tahu kosa kata. Maafkan mahasiswamu ini dosen-dosenku. :( 

 
But, I swear it's never too late to learn. Maka saya catat saja kosa kata itu daaaann googling jugaa deeh maknanya. Di antara kosa kata yang saya temukan, akan saya bagi beberapa kali ini. silakan disimak yaa. ;;) 
 
1. MENGHIDU 
 
Kata dasar: hidu/hi.du/ v
 
Menghidu/meng.hi.du/ v : mencium (bau) membaui.
 
Contoh kalimat 
 
Malam yang tak biasa. Aku menghidu aroma yang tak biasa. Aroma yang membuat diriku dicekam rasa takut yang tak biasa. 
 
Menurut Yahdi Rusmiadi Jashar,kata menghidu ini termasuk ke dalam kata arkais. Kata arkais berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2009: 56), arkais berarti 1) berhubungan dengan masa dahulu atau berciri kuno, tua; 2) tidak lazim dipakai lagi (tentang kata)
 
Menghidu ini merupakan salah satu kata yang jarang sekali digunakan. Biasanya, kita lebih nyaman menggunaan kata "mencium atau membaui". Nah, lain waktu, boleh nih penggunaan kedua kata tsb diganti dengan kata menghidu. ^^
(Sumber:http://nuansa-nuansabahasaindonesia.weebly.com/esai-konten/kata-arkais)
 
2. DISAMUHKAN 
Pertama kali membaca kata ini, entah kenapa aku malah teringat dengan kata, "sauh" dan "samun". Padahal setelah dicari artinya, tidak ada satu pun dari kedua kata itu yang berhubungan. :D 
 
Setelah membuka KBBI Daring, arti kata "disamuhkan" sebagai berikut:
 
kata dasar: samuh/sa.muh/
 
Persamuhan/per.sa.mu.han/n. Pertemuan (persidangan, kongres) utk membahas sesuatu. 
 
Tidak ditemukan kata "disamuhkan dalam arti kata "samuh" di atas. Menurut Willy Koen, hal ini karena "samuh" merupakan kata baru. Oleh karena itu, kata tersebut belum memiliki bentukan kata seperti: bersamuh; menyamuhkan; persamuhan; pesamuh; penyamuh; tersamuh; samuhan; dan lain-lain. 
 
Lebih lanjut, menurut Prof. Dr. Noel Sheth (ahli bahasa Sanskerta Harvad) menjelaskan bahwa akar kata "samuh" adalah:
Sam :bersama
Uha : ada. So, samuha means ada bersama.
 
Kata "samuha" juga tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Jawa Belanda susunan JEC Gericke-T Roorda-Ac Vreede (Amsterda, 1875) yang dengan aksara Jawa ditulis: 
Samuha, samuwa, samoha, padha. 
 
Menurut Dr. N. Tanner dari Universitas Georgia,kata "sam" pada samuha bersinonim dengan kata-kata: 
Samea (Belanda); gesamt (German); dan same (Inggris). Kata-Kata tersebut kemudian berkembang ke Asia Tenggara lalu diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata "semua dan samuh" dan kata Jawa "pasamuhan" (suci) yang berciri bukan hanya ada bersama tetapi juga berinteraksi. 
 
Jadi kira-kira, menurutmu apa makna yang tepat untuk kata "disamuhkan"? ^^
(Sumber: https://copiikhan.wordpress.com/2010/06/23/samuh-apa-itu/) 
 
3. DIDEDAHKAN 
Kata dasar: dedah/de.dah/v1
 
Mendedahkan/men.de.dah.kan/v. Membuka (kain penutup, dsb.), menyingkap. 
 
Terdedah/ter.de.dah/v. Terbuka, tersingkap.
 
Merujuk pada penggunaan imbuhan "di-kan" pada kata "didedahkan" kata tersebut merupakan bentuk pasif dari kata "mendedahkan". Kata didedahkan dapat memiliki arti, "dibuka, disingkap". 
 
Contoh penggunaan kata dedah, dapat dilihat dalam salah satu peribahasa Indonesia berikut ini: 
"Harapkan si untung menggamit, kain di badan didedahkan". Peribahasa itu memiliki arti: melepaskan pekerjaan yang sudah pasti hasilnya karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar. 
 
(Sumber: https://rebanas.com/kamus-peribahasa/proverbs/harapkan-si-untung-menggamit-kain-di-badan-didedahkan) 
 
Tulisan di atas, saya buat dari berbagai sumber. Jika ingin mengetahui lebih lanjut silakan buka link yang saya cantumkan di sana. Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia. ^^

  • view 154