(Jika) Menjadi Tabahmu

Lupy Agustina
Karya Lupy Agustina Kategori Puisi
dipublikasikan 29 Mei 2016
(Jika) Menjadi Tabahmu

"Kepada perempuan paling tabahlah pada akhirnya aku akan menyerah." Ujarmu.

Sejenak kemudian kamu menutup pintu, mematikan lampu. Membiarkan ruang tamumu dipenuhi kekosongan yang semarak.  

Malam-malam berikutnya, selain percakapan sepi, yang kudapati hanyalah sinar bohlammu yang temaram. Aku takut kamu menggigil sebab tak cukup cahaya yang membuatmu hangat. Harusnya kuberi kamu selimut tebal atau yang paling ingin adalah sebuah pelukan. 

Tetapi aku terlalu tak pemberani. Memasuki ruang tamumu yang lenggang, berjalan di bawah cahaya bohlammu yang temaram.

Kuputuskan aku menjadi tamu tanpa ruang. Menumbuhkan diriku: bunga di antara rerumput liar pekaranganmu. Yang jika suatu pagi kau ingin membuka pintu, menyudahi pertapaanmu,

Aku ingin tetap di sana, menjadi tabahmu yang memakan segala sepi.Tumbuh bersama waktu-waktu menunggu. 

Berganti kelopak-bergugur daun.

Berubah warna-dimakan usia.

Bersitahan terhadap segala cuaca. 

Cibeber, 160316

  • view 122