UANG SEPESERPUN TAK PUNYA NAMUN AKU BISA KULIAH

lola nabilla
Karya lola nabilla Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Oktober 2016
UANG SEPESERPUN TAK PUNYA NAMUN AKU BISA KULIAH

Aku hanyalah seorang anak yang terlahir dari keluarga yang dulunya berada namun sekarang tak lagi, kehidupanku mulai terasa aneh dan sangat susah dimana teman-temanku pergi kesekolah membawa uang jajan aku tidak dan  itu semua tak membuatku patah semangat untuk terus melanjutkan hidupku karena bagiku itu bukanlah akhir dari segalanya. sang motivator (bapakku) selalu memberikanku cerita-cerita inspiratif agar diriku lebih termotivasi dan tak merasa minder dengan keadaan ekonomi keluargaku yang seperti ini.
Dalam diam kutermenung memikirkan keadaan ekonomi keluargaku yang kian kritis dan banyak lagi permasalahan-permasalahan yang timbul dari keluarga besar mamah dan bapak entah aku harus berbuat apa saat mengetahui semuanya, diriku mencoba menutup telinga rapat-rapat untuk tak mengetahui keadaan sebenarnya namun hatiku berkata lain dan airmataku pun mulai mengalir. Saat itulah aku mulai menulis dalam secarik kertas dan terus menulis mengungkapkan perasaanku karena aku tak tahu bagaimana caranya bercerita langsung kepada mamahku atas apa yang aku rasakan.
Disore hari aku mencoba mencari buah-buahan seperti jambu dan mangga dikebun milik kakekku tepat dibelakang rumah, buah yang aku dan adikku cari kami kumpulkan dan kami cuci bersih untuk kami jual di sekolah, aku melakukan itu agar adikku dapat uang jajan. Dalam pikiranku sekarang hanyalah satu bagaimana caranya aku bisa terus meneruskan pendidikanku walau keadaan ekonomi yang tak stabil.
Saat semua temanku memakai seragam, tas, sepatu, dan buku baru aku hanyalah memakai seragam yang masih layak pakai dari guru ngajiku, tas dan buku pun seperti itu. Aku tak memaksa orangtuaku untuk membelikan semua itu karena aku sudah mulai menerima dan mengerti keadaan ekonomi keluargaku, untukku pola pikirlah yang harus kuperbaharui dari mulai pemikiran yang masih kanak-kanak menjadi lebih mengerti dan dapat menyikapi keadaan lebih dewasa.
Bapakku tidak mempunyai pekerjaan yang tetap satu hari sudah bisa makan saja kami sudah sangat bersyukur, masa terakhir sekolah menegah pertama pun telah didepan mata namun aku tak tahu apakah aku masih bisa lanjut atau tidak melihat ekonomi keluargaku. Motivasi pun datang dari salah satu alumni SMP Negeri 1 Muaragembong yaitu kak’Mulyadi dia adalah sosok kakak yang menyemangatiku bahwa aku pasti bisa melanjutkan sekolahku ke jenjang berikutnya, tak lama dari itu aku mendapatkan kabar bahwa tanteku yang berada di Sulawesi Selatan memanggilku untuk bersekolah disana dan akupun berpikir-pikir untuk menerima tawaran tersebut yang pada akhirnya diriku menerima tawaran tersebut.
Kepergianku bukanlah untuk main-main namun untuk belajar agar kelak aku dapat menjadi seorang yang bisa menjadi kebanggaan keluarga, hampir satu minggu aku berada di Sulawesi Selatan dengan adat, budaya, ras, dan bahasa yang berbeda dan aku mencoba beradaptasi dengan semuanya. Disini aku tak tinggal bersama kedua orangtua dan adik-adikku namun bersama tanteku (jejak langkah kaki seorang yang hanya mempunyai tekad dan keyakinanpun dimulai).
Awalnya kehidupanku baik-baik saja namun lama kelamaan kondisi kesehatanku pun mulai menurun hingga membuatku sering sakit-sakitan karena pola makan yang tak sesuai dengan aktivitas yang kujalani, hingga akhir semester tiga aku mengalami tekanan batin dan sering sekali menangis karena saatku pulang kerumah tanteku yang kudapat hanyalah sebuah amarah yang diluapkan semua kepadaku tapa ku ketahui apa sebabnya hingga tekadku bulat untuk kabur.
Lanjut disemester dua aku tinggal dirumah sahabatku yakni Rekayanti Putri yang bersedia menampungku dari segi tempat tinggal dan kebutuhanku (makan dan minum), selama diriku berada di Sulawesi Selatan orangtuaku tak pernah mengirimkanku uang namun aku memaklumi semua itu karena untuk makan saja keluargaku masih sangat susah apalagi mengirimkanku uang, alhamdulillah aku memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik mereka selalu mendukungku dan menyemangatiku.
Penghujung masa putih abu-abuku semua temanku sibuk memilih perguruan tinggi mana yang ingin dimasuki tetapi diriku hanya berharap pada satu jalur yakni jalur SNMPTN dan SPAN-PTKIN dimana jalur yang hanya menggunakan nilai rapor, hingga tiba waktunya pengumuman dan hasilnya aku tak lulus di dua jalur itu. Akupun patah semangat dan menyerah pada keadaan dan saat itupula Allah menghadirkan seseorang yang menyemangatiku dan mendorongku untuk terus mencoba hingga tiba waktu terakhir pendaftaran aku sama sekali tak mempunyai uang walau seperak ketika keluarga menelfonku akupun memberitahu bahwa aku ingin kuliah seperti sahabat-sahabatku aku hanya minta ridho dan doa selebihnya biar aku yang berjuang karena dalam hati telah tertanam rasa yakin bahwa Ya Rabb akan menolong hambanya yang bersungguh-sungguh dengan niatan baik. Alhamdulillah rejeki itu datang dari salah satu orangtua sahabatku untuk mendaftar kuliah dijalur UM-PTKIN alhamdulillah saat hasil diumumkan namaku berada diurutan sepuluh dijurusan yang menerima namaku tak henti ku mengucap syukur. Saat yang bersamaan kabar bahagia ini ku sampaikan kepada keluargaku dan merekapun ikut merasa senang namun, tak lama dari itu mamah menangis begitupun dengan bapak karena mereka tak tahu uang dari mana untuk membiayai uang SPP pertama dan asrama yang menjadi pilihanku untuk bertahan hidup selama kuliah sedangkan batas waktu pembayaran hanyalah satu minggu.
Seseorang itupun terus memberikan arahan-arahan dan ku lalui semuanya dengan derai air mata, alhamdulillah rejeki itu datang lewat perantara-Nya dan orang itu adalah salah satu dari guru di sekolah ku namun beliau mengajar dijurusan yang berbeda dan  hingga detik ini beliaulah yang membiayai semua keperluanku selama kuliah. Saat pertengahan semester ada pendaftaran beasiswa bagi siswa yang miskin akupun mendaftar dan alhamdulillah aku lolos,, percayalah rejeki hanya datang dari Allah namun lewat perantara-perantara yang tak dapat disangka-sangka.. itulah skenario kehidupan yang penuh dengan kejutan dari sini banyak pelajaran yang aku dapat.
 
 

  • view 290