Panjang Umurlah Untukku, Oase-ku

Lisma Sulastri
Karya Lisma Sulastri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Juli 2017
Panjang Umurlah Untukku, Oase-ku

Tulisan ini aku tujukan kepada kedua orangtuaku. Bukan tulisan yang penuh dengan ungkapan metafora dan puitis, hanya tulisan sederhana. Untuk mereka yang selalu ada dengan cinta untukku. Untuk mereka yang selalu menyayangiku unconditionaly.

Bilapun aku dilahirkan kembali ke dunia, aku akan tetap meminta takdir agar mereka menjadi orangtuaku. Meskipun banyak orangtua ideal yang menjadi impian seorang anak, tapi merekalah yang paling sempurna mencintaiku, yang berdiri paling tegak ketika aku kesusahan. Meski mereka bukan orangtua dengan banyak harta, meski mereka tak memiliki gelar apapun di belakang namanya. Tetap, mereka sempurna untukku.

Sangat disadari, aku bukanlah anak yang baik untuk mereka. Aku si bungsu yang keras kepala dan manja, mereka membahagiakanku dengan hidup dan matinya. Mereka membesarkanku dengan segala kerja kerasnya. Mereka mendoakanku dengan air mata dan ketulusannya. Allah, lindungi mereka.....

Aku bukanlah anak yang romantis, hatiku terlalu keras untuk sekedar mengatakan aku mencintai mereka dengan kata-kata. Tapi akulah yang paling keras mendoakan mereka untuk terus hidup berbahagia di tengah keterbatasan. Aku mencintai mereka lebih dari apapun meski bibir kesulitan bekata, tapi seluruh hidupku untuk mereka. Tolong Allah, jangan patahkan hatiku dengan berpisah dari mereka. Aku ingin mereka tetap menjadi oase dalam hidupku yang kering ini. Agar aku tak merasa kekurangan bahkan kehausan, agar aku tetap bisa menjalani kehidupan dengan senyuman .

“Panjang umurlah untukku.” Itulah kalimat yang selalu aku katan dalam hati setiap menatap mata mereka, aku belum cukup membahagiakan dan membanggakan mereka, belum membawa mereka kepada kehidupan yang diimpikan.

Allah, ijinkanlah aku terus berada di sisi mereka. Jadikanlah aku sumber kebahagiaan mereka. Panjangkan waktu mereka untuk tetap bersamaku. Aku merasa belum menjadi anak yang mereka harapkan. Allah, lembutkanlah hatiku agar terus bersikap baik pada kedua orangtuaku, jadikanlah aku anak yang tunduk pada mereka. Berilah aku kesempatan untuk membuat mereka tersenyum dan membawa mereka ke dalam kehidupan yang diimpikan. Jadikan aku anak yang bisa mengangkat derakjat mereka. Allah, takkan bosan aku meminta hal serupa kepadamu, biarkanlah mereka tetap menjadi oase-ku.

Dariku, untuk Bpk. Saepah Badani dan Ibu Atikah yang ku sayangi sampai kapanpun

 

11 Juli 2017 (di kamar yang penuh tangis)

LISMA S.

 

Sumber gambar : https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2014/10/pendidikan-anak1-e1455533043352.jpg

  • view 36