Menjadi Guru Adalah Menjadi Mulia Tanpa Atribut Apapun

Lisma Sulastri
Karya Lisma Sulastri Kategori Motivasi
dipublikasikan 25 November 2016
Menjadi Guru Adalah Menjadi Mulia Tanpa Atribut Apapun

“Menjadi guru adalah menjadi mulia tanpa atribut apapun.” Munif Chatib.

Hmm, kalaulah berbicara ABDI NEGARA, guru-lah yang paling tidak keren ‘kemasannya’. Tanpa bintang-bintang di pundak, tanpa seragam gagah, tanpa pakaian loreng berpangkat, tanpa banyak lencana di dada.

Dibanding dengan abdi negara yang lain, guru-lah yang harus melewati perjuangan digaji 200ribu perbulan, diakuinya pun lama, mau NUPTK aja sekarang susah, apalagi PNS. Dibanding abdi negara yang lain, guru-lah yang selalu dianggap paling cetek kerjanya. Padahal ditangannya kemajuan anak bangsa ini dipertaruhkan.

Kalau polisi dibayar mahal karena menegakkan keadilan. Kenapa guru masih dibayar rendah? Kalau tentara dibayar mahal karena melindungi kesatuan dan persatuan NKRI. Kenapa guru masih dibayar rendah? Kalau dokter dibayar mahal karena menyelamatkan hidup seseorang. Kenapa guru masih dibayar rendah? Padahal..... dipundak para guru ada masa depan bangsa yang harus mereka selamatkan.

Terlepas dari itu semua, ikhlas ya Gur. Tugas kita berat, membawa manusia ke masa depan dunia dan akhirat yang lebih baik. Meski tidak keren 'kemasannya' semoga Allah selalu memberkahi langkah kita semua. Semoga menjadi penyelamat di akhirat kelak. Semangat Lillah !

Semoga setiap guru di Indonesia menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Melaksanakan perannya dengan sehebat-hebatnya. Walaupun sudah menjadi guru, kita harus selalu merasa tak cukup ilmu, guru yang selalu haus ilmu. Hingga kita bisa berbagi apapun dengan murid-murid kita. Bekal ilmu kita harus unlimited.

Seperti dikatakan Imam Asy Syafi'i, "Aku terhadap ilmu seperti seorang ibu yang mencari anak semata wayangnya yang tersayang dan hilang. Dan ketika menyimak ilmu, sungguh aku berharap bahwa seluruh tubuhku adalah telinga."

Jangan sampai diakhirat kelak ditanya oleh Yang Maha Kuasa. Sudah melakukan apa selama menjadi guru? Bagaimana amanah yang kau jalankan? Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dzolim kepada murid yang sepantasnya mendapat hak ilmu dari kewajiban kita, yaitu mengajar dan mendidik dan tentu saja mereka mendapat pengajaran dan pendidikan.

Iklhas tanpa batas. Semoga takdir di dunia menjadi seorang guru menjadikan surga lebih dekat berkat bekal ilmu yang selalu disampaiakan. Aamiin.
Selamat Hari Guru untuk seluruh Guru di Indonesia, the real pahlawan masa kini.

#SelamatHariGuru 

SUKABUMI, 25 NOVEMBER 2016

LISMA SULASTRI

 

  • view 223