Aku Sudah Tutup Buku, Ada Halaman Baru yang Harus Aku Cintai

Lisma Sulastri
Karya Lisma Sulastri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 November 2016
Aku Sudah Tutup Buku, Ada Halaman Baru yang Harus Aku Cintai

Sudah ku maafkan setiap sakit yang dulu pernah kamu goreskan. Aku hanya ingin berterimaksih, karenanya aku bisa sekuat ini. Awalnya ringkih, tapi kemudian aku tersenyum menyadari betapa manisnya ‘topeng’ yang kamu kenakan untuk menipu betahun-tahun lamanya. Aku sekarang bangkit jauh lebih kuat dari yang kamu pikirkan.

Telah aku kubur dalam-dalam kenangan kita dahulu. Berharap tanah akan merapuhkannya menjadi tulang belulang yang remuk tak berbentuk. Hingga aku lupa bagaimana rupamu dan wujud cerita kita. Hingga aku benar-benar biasa saja ketika tidak sengaja saja mendengar namamu.

Seperti halnya besi yang ditimpa terus menerus dia akan berubah bentuk. Begitupu aku, yang tak lagi sama. Cukup untuk terakhir kalinya aku menyediakan hati pada yang tak mampu bertanggungjawab. Semoga Tuhan tak ikut-ikutan mengadili. Aku hanya kasihan, apabila Tuhan memutar semuanya dan berbalik arah padamu.

Ternyata benar. Mencoba menjadi asing sekali lagi itu mententramkan. Aku berhasil menemukan yang aku cari sebab karena kamu pergi. Terimakasih, sudah melakukan hal yang tak terduga di masa tersulitku dan di puncak segala susahku, waktu itu. Aku sekarang lebih baik dan berhasil mencintai hal-hal yang aku senangi.

Kali ini, biarkan aku mengakhiri segala rasa yang pernah ada. Ku harap semesta tidak pernah iseng  membuatku jatuh padamu (lagi). Bukan benci, hanya jera kalau untuk sekian kalinya menanggung rasa yang sama. Aku sudah tutup buku, ada halaman baru yang harus aku cintai.

Assalamualikum.

Sukabumi, 20 Nopember 2016

LISMA SULASTRI

  • view 489