Kasih yang Sunyi

Lisa Fita Sari
Karya Lisa Fita Sari Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Februari 2016
Kasih yang Sunyi

Tak perlu suara untuk mengutarakan, tak butuh pengakuan untuk tetap berdiri. Sebuah kasih akan lahir dengan tulus dari hati yang telah mantap. Bukan sebuah egoisme ketika hati memilih untuk tetap diam dalam sunyi, bukan juga sebuah keikhlasan ketika sang pujaan sudah tak sendiri lagi. Ini bukan sebuah tulisan untukmu. Tapi sebuah penjelasan kenapa kasih itu sunyi.

Ingatlah, ketika pertemuan mata pertama, tak ada suara yang keluar namun guncahnya jiwa siapa yang menduga. Desibelpun tak mampu menunjukkannya,tapi getaran itu tetap ada. Membuat gelombang rindu ingin berjumpa lagi. Begitulah kasih, tak ada penawar kangen yang lain selain bertemu dan bertemu dan lagi kemudian lagi. Pertemuan demi pertemuan membangkitkan hormon cinta, konon orang menyebutnya hormon oksitosin. Tapi ini hanya teori ilmiah, tak ada yang benar-benar mampu menjelaskan diamnya kasih itu sendiri.

Ia sunyi dalam jiwa, berlabuh dalam kenangan.Mekar merekah. Berkembang seiring besarnya rasa dalamnya. Semakin besar, desibelpun semakin tak mampu menjangkaunya. Karna sentuhan dan pandangan sudah mampu mengutarakan semua. Tak perlu ada pengakuan dari mulut yang sering lalai. Benar jiwalah yang menjadi tempat berlabuh kasih. Tengoklah rasa yang senantiasa diadukan kepada sang maha esa. Terkadang membutuhkan rintihan untuk mengadukan ketidakmampuan mengatasi perbedaan. Tetapi, lagi-lagi kemauan untuk saling belajar memahami menjadi teori klasik yang mujarab untuk dijadikan alibi.

  • view 104