Puisi Pagi

Lis Maulina
Karya Lis Maulina Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Februari 2016
Puisi Pagi

Selamat pagi, matahari?

Mengapa malu-malu mengintip dari balik cakrawala

Sementara perca-perca cahaya

Memendarkan bias nur-Mu

Subhanallah? Maha Suci Engkau

Ya? Qudduus?

?

Selamat pagi, embun

Mengapa turun setitik demi setitik

Bak tirai yang menghijab permukaan

Mendekap alam dalam kesejukan

Membuai menuju keterlenaan

Atas kehendak-Mu

Ya? Waduud?

?

Selamat pagi, ayam jantan

Mengapa berkokok terbata-bata

Sementara sang hamba tak jua tergugah

Alunan ajakan menuju kemenangan

Jalan keharibaan-Mu

Ya? Haadii?

?

Selamat pagi, burung

Mengapa berkicau terpatah-patah

Jangan tiru dzikir makhluk yang hanya nyaring

Dalam kesedihan

Sementara terhenti dalam kegembiraan

Padahal nikmat-Nya terus mengucur

Maafkan? ya? Ghoffar?

?

Selamat pagi, ya Syakuur?

Terimakasih atas harapan yang Engkau selipkan dalam fajar yang mengintip

Bimbinglah kami menjalani hari ini sebagai pembuktian cinta

Yang senantiasa terucap dalam dzikir dan doa-doa

Dengan nama-Mu? ya, Rahmaan ? ya, Rahiim ?

Dilengkapi, Banjarmasin, 29 Maret 2007

Puisi lainnya bisa ditemukan di sini ...

http://www.nulisbuku.com/books/view_book/8246/doa-luka-dan-cinta

  • view 278