Larut Bersama Air

Lis Maulina
Karya Lis Maulina Kategori Puisi
dipublikasikan 06 April 2016
Larut Bersama Air

Alhamdulillah...

untuk kesejukan yang terasa

saat air menyentuh kulit ari

meresap sanubari

?

Bismillah...

Kubasuh telapak tangan

yang lebih sering berada di bawah

daripada di atas

Ampunkan ya Allah

?

Kukumur air dalam mulut

yang penuh kotoran zina

karena tak mampu menjaga lisan

entah berapa hati koyak

akibat ucapan tajam

dan jauh dari pujian

padahal bicara orang mukmin

adalah dzikir

?

Kusiram muka

melarutkan noda-noda zina

mata yang tak pernah

merendahkan pandangan

dari segala yang haram

padahal pandangan orang beriman

adalah mengambil pelajaran

kening, pipi, dagu, bibir

sang penggoda bernoktah

?

Kubasuh lengan berlumur

perbuatab nista

agar ringan saat mengangkat

takbir keagungan

?

Kupercik sebagian kepala

mencairkan prasangka buruk

dan rasa curiga

yang selalu ada

dan pikiran setan

yang kadang hinggap

dan menyesatkan tanpa terasa

padahal diamnya orang mukmin

adalah berpikir

?

Kucuci telinga dari noda zina

karena tak mampu menjaga

pendengaran dari suara

kemaksiatan dan kesia-siaan

jauh dari tausiyah

dan suara pujian kebesaran Allah

?

Kucuci kaki yang penuh noda

lumpur kemaksiatan

kotoran kemunkaratan

karena tak mampu mengendalikan

tujuan ke rumah Allah

?

Ya Allah...

Biar noda tubuh ini

larut bersama air yang mengalir

sehingga aku layak bersanding

dengan para mukmin

untuk meraih kasih sayang-Mu

Ya Rahim...

  • view 79