setengah perjalanan 2016

Linda Indah
Karya Linda Indah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Juni 2016
setengah perjalanan 2016

kalau ada yang bisa merangkum setengah perjalanan tahun ini, kugambarkan dengan ini

eeeeng. Gaya apakah ituuu.

Ini berawal dari malam itu.

malam pesta pesta tahunan yang digemakan hampir di seluruh dunia berbulan-bulan lalu, semacam peresmian datangnya tahun baru, harapannya ada kesempatan baru, yang lebih lapang yang bisa cepat tayang untuk merayakan pencapaian-pencapaian, yang bisa membahagiakan, membanggakan. Konsepnya begitu.

Tahun baru, dan pesta. Lantas aku di rumah cuma makan ciki sambil nontonin orang-orang melalui layar kaca yang larut di sekumpulan manusia-manusia yang percaya ada doa-doa yang bisa disulut, harapan yang melesat keangkasa, meledak menjadi jutaan nyala yang bisa dilihat dari saentero kota, pertanda. Doa sudah melangit, esok, ada kesempatan baru.

apakah begitu saja, lantas pulang dengan sebuah keyakinan tapi pergi meninggalkan bekas sampah petasan yang dibakar. Kalau hanya untuk menumbuhkan keyakinan, apakah dibutuhkan ritual sebesar itu.

padahal dirayakan atau tidak dirayakan kita semua tetap harus menguasai semua gaya yang tergantung permintaan panggungnya itu. Siapa aktor dan aktris yang dihadirkan. Tugasnya sebetulnya sederhana; mengenal-lalu menjadi sebaik-baiknya pemeran panggung yang seringkali sepi pengunjung. Kayang, koprol, jungkri balik. Inilah Yang diinginkan Sang Mpunya Skenario. Kudu kuat, katanya begitu.

Yaaaaaaaa. Begitu terus

2016

kejutan

dari semua pertanyaanku, ada ledakan-ledakan apa tahun 2016?

berawal dari pertanyaan sembrono itu yang akhirnya mendorong semua nyali yang ada dalam diri untuk meyalakan api-api, ingin lihat apa reaksinya. Satu bulan, dua bulan.

ada dua kemungkinan.

Tersulut dan mati

atau tetap tenang, lalu kendalikan. 

Api-api itu memang sedikit membakar aku, yaaa maksudnya sedikit melukai ego, dan semua yang telah terlewati, terkorbankan dan tidak bisa dikembalikan. Tapi meninggalkan jasa yang juga tidak sedikit, dari pengalaman panjang kurang lebih 6 bulan. Yang masih sedikit, pengalaman yang belum bisa dibanggakan dan aku yang masih anak ingusan ini, setidak-tidaknya ada banyak keyakinan yang muncul, semoga menjadi bekal untuk tetap hidup sebagai diri sendiri. Bukan hidup sebagai standar orang lain.

dengan passion,

dan keyakinan tidak butuh perayaan pesta semalaman, 

memang lebih panjang dan menyakitkan ketimbang turun ke jalan untuk menyalakan kembang api dan petasan

tapi setidaknya tidak meninggalkan bekas, 

kalau pun harus membekas, biar saja kenangan yang tinggal, bukan sampah yang tertinggal di trotoar jalan

laluuuuuuuuuu apakah perjalanan ini akan diakhiri dengan sebuah keyakinan? Entahlah, keyakinan akan menguatkan atau meruntuhkan. Tapi apapun itu, aku sebetulnya tidak ingin mengakhiri perjalanan ini dengan sebuah pencapaian. Terkadang moment baik bisa hilang begitu saja ketika aku terlalu sibuk lari-lari mengejar deadline. 

Jadi sebetulnya, semua pencapaian dan ledakan-ledakan itu sebagai perantara saja. Supaya hidup ini bisa dinikmati dari beragam bentuk dan sisinya. 

Lalu, ada ledakan jenis apa lagi di sana?

Semoga keyakinan tidak mematikan kita.

Semangat dan selamat melanjutkan perjalanan setengah tahun kedepan, ya.

 

 

 

 

  • view 121