Terkadang aku lelah

Linda Syah
Karya Linda Syah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Juni 2016
Terkadang aku lelah

Aku lelah ya Allah..

iya kalimat yang terkadang aku ucapkan dalam hati, ketika mata tak sanggup lagi menahan tangisnya, badan terasa lemas seakan rapuh tak bertenaga. Cobaan dalam hidup silih berganti. Rasanya aku lelah melihat orang-orang yang serakah itu, aku lelah melihat orang-orang yang pemer hartanya,aku lelah dengan doa yang tak kunjung dikabulkan. iya, dan lagi-lagi aku mengeluh, tak bersyukur. Ya Allah, rasanya tak pantas aku berkata begitu. Doa mana yang tak Engkau kabulkan? iya semua doa yang ku panjatkan dari kecil semua Allah kabulkan. dari keluarga yg alkhamdullilah sekarang kembali harmonis..entah dulu apa yang membuatku sebegitu kuat menghadapi cobaan itu, yang pastinya karena kekuataanMu. tapi aku sangat bersyukur Engkau mengembalikan keluargaku menjadi utuh.dan masalah jodoh, jodoh yang sejak kecil sudah aku panjatkan, tak tampan tak apa, asalakan Allah mempertemukan dengan Laki-laki yang sholeh, yang bisa membimbingku di jalan-NYA . Doa polos dari anak kecil yang sudah memikirkan jodoh dan tau syaratnya..iya imbas dari  keluarga yang tak harmonis saat itu dan Alkhamdullilah Allah mengabulkan bahkan plus tampan :). dan untuk doa-doa yang belum terkabul, itu hanya masalah waktu, atau mungkin Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik . Aamiin

Rasanya ingin hidup damai dalam kesederhanaan. terkadang berfikir, apa yang mau aku cari lagi? Menikah sudah, Rejeki alkhamdullilah bisa makan kenyang walaupun belum berlebih, diberi Sehat . Lelah rasanya mengikuti duniawi yang tiada henti. Ingin sedikit demi sedikit belajar menenangkan hati dan pikiran  , jauh dari keruwetan duniawi. walaupun sampai sekarang masih susah melawan diri sendiri, iya melawan penyakit hati yang terkadang masih bersarang, melawan rasa malas untuk segara mendahalukan shalat ketika adzan,dan entah masih banyak lagi. Aku malu ya Allah, malu denganMu. Nikmat-Mu begitu berlimpah, tetapi aku belum sepenuhnya patuh taat kepadaMu. Ketika pagi mata ini masih bisa ku buka, nafas masih berhembus, aku masih bisa melihat suami, kedua orangtuaku, dan keluargaku itu kenikmatan yang tiada tandingannya. apa jadinya jika pagi nanti aku ternyata tak bisa membuka mata lagi sedangkan ibadahku masih jauh dari kata sempura, aku tak bisa lagi mengurus suamiku, melayaninya lagi.Orangtuaku yang selalu aku repotkan, aku belum bisa menyenangkan  mereka dan tak bisa merawat di usia senjanya.

Bersyukur memang tak harus menunggu semuanya sempurna. Ketika aku dan suami sampai sekarang belum dikarunia keturunan padahal segala usaha sudah kami lakukan, saat terdiam hati ini berbisik, Begitu sayangnya Allah kepada kami. membiarkan kami merasakan masa menunggu, bersabar, ikhtiar. mungkin rindu akan rintihan kami memanjatkan doa, berdialog denganNYA. Ketika banyak teman sudah memasang foto anak di medsosnya, kami masih berjuang untuk memilikinya,iya  nampaknya Allah begitu sayang kepada kami. Biarlah orang berkata apa, walaupun rasanya jika mereka bertanya " kamu kok engga hamil-hamil? kapan hamilnya? " Rasanya ingin aku jawab " lah kapan kamu mati???? "Astaghfirullahaladzim.maafkan aku ya Allah. tapi apa mereka tak berfikir bahwa kelahiran sama halnya dengan kematian, sudah diatur, bukan seperti barang mewah yang tersedia di Toko, yang kapan waktunya bisa aku beli asal aku punya uang.

Tapi memang benar, dibalik semua cobaan, pasti ada hikmahnya. dan bersyukurlah kita yang masih diberi cobaan, masih diingatkan , diberi kesempatan merasakan nikmatnya sabar, dijauhkan dari sifat yang tak baik. Semoga kita menjadi muslim yang tangguh, yang dihindarkan dari keduniawian yang semu, yang selalu diberi kedamaian dalam hati dan pikiran . Aamiin

 

 

 

 

 

 

  • view 320