BAYANGANKU SENDIRI

AjengPutriIndonesia
Karya AjengPutriIndonesia  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 Februari 2018
BAYANGANKU SENDIRI

 
 
  Malam demi malam yg ku lakukan hanyalah berhayal di tepi lampu kota, bersama, berkawan, dan lagi-lagi menyiksa diri sendiri. Membiarkan diri ini kalut di makan kesenjaan usia. 

  Keadaan yg begitu rumit seakan menyudutkan diriku untuk tak mampu berpikir lagi, sesuatu yg harusnya menjadi hakikatnya telah ku tinggalkan, semata ingin menjadi populer di antara berkawan dan mendapat kebahagiaan. Bahkan aku sering rela meninggalkan keluargaku, dan meninggalkan aktifitasku. Hanya untuk selalu ada bersama-sama dijalanan. Fisik yg mulai berbeda, dan badan yg mulai kurus pucat penuh tato sekarang menjadi bahan bincangan keluargaku dan orang-orang, Maka dari itu aku tidak suka berada di rumah, selain keluarga yg tidak utuh, keluargaku juga seakan menuntutku untuk menjadi baik, padahal aku sama sekali tidak diajarkan untuk itu. Peran yg semakin terhalang waktu inilah yg kurasakan sekarang, Hingga ku temukan peran keluarga kedua disini bersama kawan-kawanku. jalan demi jalan telah ku susuri, antar kota dan berbagai kegiatan komunitas funk telah ku hadiri, semakin lama ku bergaul di dunia funk semakin banyak pula kawan yg berasal di antar penjuru kota. Sehingga tempat tinggalku Berganti-ganti dari kota ke kota lain, selalu begitu hingga diriku merasa berani dan tak terkalahkan.

 Aku hidup dari hasil keringatku sendiri,berkelana di lampu merah dan bernyanyi asal-asalan, banyak dari masyarakat yg mulai terusik akan adanya aku dan kawan-kawanku, pasalnya aku dan mereka selalu bertingkah usil dan arogan. Hingga pernah kami di amankan oleh polisi akibat kriminal.
Namun itu tak mengikis semangat dan keberanianku bahkan aku semakin maju tanpa adanya rasa mundur sama sekali, aku semakin senang menjalani gaya hidup ini, Lantaran aksi solidaritas yg tinggi serta kebebasan yg belum ku miliki sebelumnya. Aku semakin bangga ketika memakai atribut yg membuat aku terlihat keren dan terlihat penuh makna akan kerasnya kehidupan ini. Bahkan dari kami tak memikirkan peraturan pemerintah sama sekali, yg ada hanya memikirkan keberadaan kami yg harus terakui secara ada dan nyata.
 
  Setiap hari aku di temani alkhohol yg tak pernah lepas dariku, Semakin brutalnya diriku maka semakin bangganya diriku padahal dimata orang lain diriku hanyalah sampah masyarakat yg dipandang tak ada gunanya. Namun sungguh kerasnya hatiku sungguh tulinya telingaku, aku tak pernah mendengarkan dan memilih mengabaikan pandangan orang terhadapku. hanya karena bagiku ini suatu hal yg bergengsi dan membuatku bangga sendiri.Yg terpenting aku selalu bersama kawan-kawanku ketika susah maupun senang.
 
 Hari semakin cepat berlalu, aku semakin lama semakin gelap mata, keadaan yg terlanjur begini membuat tubuhku seraya tegar dan kuat menghadapi kerasnya dunia jalanan, Luka fisik dan hampir mati pernah ku rasakan seketika, hingga saat tibanya aku sungguh merasa di atas. Bagaimana tidak? seiring berjalannya waktu aku memiliki sebuah band beraliran Funk. kala itu aku menjadi vocalis, meskipun lagunya gak enak dan selalu cover tapi gak tau kenapa fans semakin banyak dari hari ke hari, penampilan yg seksi dan arogan mungkinlah yg buat mereka punya daya tarik sendiri,. dan meskipun independent tapi setidaknya penghasilannya lumayan banget dari pada hanya ngamen kepanasan di jalanan.
 Seneng banget rasanya, seneng banget sekarang bisa dilihat oleh kawan-kawan sejalan . 

 Tidak hanya itu sekarang aku bisa hidup lebih layak lagi dari sebelumnya dan memiliki kekasih yg sama se aliran denganku, lelaki yg gagah, keren, pokoknya segalanya deh. Rasanya kehidupanku berubah 360derajat. 

  Semakin ku kesini semakin banyak pula orang yg suka ngelihat aku dan lebih banyak lagi mungkin orang yg tidak suka dengan kehadiranku. Dan semakin lama semakin berujung problem di antara aku dan 3 anggota bandku. Pasalnya mereka semakin haus akan ketenaran dan salah satu dari mereka sangat kesal akibat melihat diriku memiliki kekasih yg di luar dari perkiraan mereka.

 "caa eloo kenapa bisa jadian sama riko? kenapa elo bisa cinta ama tuh anak,?! dia itu pernah jadi bulan-bulanan temen-temen, sifatnya yg sombong gitu?! dulu juga pernah kan dia masuk penjara?! elo cantik ca elo itu hebat gak usah deh deket-deket dia, apalagi gue denger dia udah punya istri! ups!"
ujar temenku si petong. 

akupun langsung caci maki dia seketika karena pengaruh alkhohol yg begitu banyaknya. 
"eh eloo kalo gak suka sama gue ngomong aja! atau elo iri ama gue? elo suka atau gimana sih ama gue! kalo elo itu gak suka ama dia gausah bawa-bawa gue. yg jalanin gue yg nerima gue elo ikut-ikut. gak pantes elo jelekin dia di depan gue! amsong dah! "

"bukan gitu caa gue itu kasihan ama elo, elo itu sendiri di sini kalo kenapa2 gimana? gue sayang ama elo dan band kita, masak iya cuma dari pengaruh Riko band kita semakin gak maju gini, elo sibuk sendiri n kalo manggung ngajak dia mulu! dia numpang muka mungkin! elo di manfaatin ca. Lihat dahh elo pas lagi dibawah gak ada kan orang yg peduli kecuali kita-kita kawan elo?! ucap sekali lagi petong.

"Ohh jadi gini elo berani ama gue!"
tanpa sengaja aku memukul temanku petong, dan akhirnya dia mengalami cidera hidung. Aku takut kala itu dan aku langsung pergi meninggalkan bar.
 
 Kesokan harinya aku barulah sadar,aku tertidur di halte dekat kontrakanku, aku merasa pusing dan mual, mungkin sisa mabuk semalam. mataku mulai memerah dan badanku panas gak karuan. Sedikit yg ku ingat dari mimpiku semalam adalah Pertemuanku dengan ayah dan ibuku secara singkat, Semua berbaju putih dan menangis didepanku. Tak banyak yg bisa ku ingat tapi yg bisa kusimpulkan mungkinlah Aku rindu mereka.
tapi lagi-lagi aku bersikap apatice yg tinggi
"buat apa aku pulang toh mereka juga tidak selalu ada untukku"
 
  Seiring berjalannya waktu aku mulai menghilangkan semacam kerinduan pada keluargaku, Menyibukkan diri di duniaku sendiri, dan mengejar segala impianku.

  Suasana grub band yg makin adem dan harmonis membuat aku betah kembali mengukir karya bersama mereka. 
 Hingga tak ku sadar Riko telah berubah, ia mulai sibuk tak seperti biasanya melihat keakuranku dengan grub bandku, sepertinya ia cemburu besar atas Namaku yg mulai memukau.
 
  Pada akhirnya kejadian tak ku sangka terjadi, pada waktu aku manggung aku di labrak oleh istri dari Riko, sungguh memalukan dan sungguh menyakitkan, di hadapan ribuan orang aku di permalukan dengan keadaan ini, aku tak tahu, dan aku di cap sebagai pelakor. Padahal aku tak tahu menahu atas hubungan tersebut. Dan Riko juga mengaku belum menikah dikala itu. Dia mencoba menamparku dan seolah ingin membunuhku. karena aku merasa tertindas, aku menamparnya dengan hebat, dan akhirnya ia terjatuh dan alami beberapa luka parah.

  Dari kejadian itu aku terseret di sel penjara, terpidana 1tahun penjara.
 Pada awalnya aku merasa putus asa, merasa terhina dan merasa dendam!. 
 hari yg berlalu dengan sia-sia terus menyudutkanku untuk melakukan bunuh diri,
  Namun setelah hampir prustasi aku menjumpai orang yg hampir mirip denganku, rupa kurus dan penuh tato namun berhijab. Dia mendekat dan berusaha ingin berbincang denganku.
Dia selalu menuturkan hal yg baik kepadaku, menasehatiku dan memberiku dukungan.
Bahkan yg mampu menghidupkan hatiku, membuka jiwa serta pikiranku, sosok yg hampir mirip denganku, yg selalu mengajariku arti kehidupan.
 
"Hidup itu harus Menyala"katanya
"maksudnya?" tanyaku
"seharusnya, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang yg berada di sekitar. Sekecil apapun manfaat itu, jangan sampai kita meresahkan orang di sekitar"
 kata-kata itulah yg membuka hatiku perlahan.
Tak tahu kenapa seakan duniaku merasa sepi tak seperti kebanggaanku dulu, aku merasa bukan siapa-siapa di dunia ini.
 
 "Pada awalnya kamu merasa paling hebat, di tengah-tengah kamu akan merasa biasa saja, dan akhirnya kamu akan merasakan jika dirimu bukan siapa-siapa. Maka jangan terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu atau membanggakan sesuatu"Katanya kembali.
 
 "Jangan terobsesi oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan dan kesenangan semata di dunia" 
 
"Kedua orang tuamu lah yg membuatmu sebesar ini, Apa kamu tidak bisa melakukan hal yg besar untuk membuatnya beruntung menghadirkanmu di dunia?, Lantas bagaimana kamu bisa berdamai dengan hatimu sendiri, jika berdamai dengan keegoisanmu sendiri belum kamu coba. Bagaimana hidupmu akan semurni Embun pagi jika Hatimu telah memilih untuk buta. Ingatlah akan kehidupan,Jangan berubah hanya karena keinginan yg tak bisa kamu jumpai"
 
"jangan mencari alasan di dalam kekurangan, jadilah alasan kenapa keluargamu menyayangimu"
"semakin hari dunia semakin gila, maka hanya orang yg ingat tuhannya lah yg akan beruntung. Waspada dengan duri-duri kehidupan yg berdampak menghucam kehidupan, yg akibatkan kesengsaraan"
" kembalilah kepada Tuhanmu. Kembalilah kepada keluargamu,"
 
   Aku kehilangan semuanya dan ternyata aku masih punya keluarga dan Tuhanku, ternyata selama ini aku mendustakan kenikmatan dariNYA, aku menyia-nyiakan kedua orang tuaku, padahal mereka menyayangiku, sebenarnya aku telah menjadi batu di atas air yg mengalir. Melihat kebaikan namun tak ku dengar. Mendengar banyak tentang ceritanya aku mulai belajar beribadah dan mulai belajar berAgama, sungguh kecewanya diriku, aku telah merusak diriku sendiri hanya karena citra dan kesenangan sesaat, aku telah meninggalkan sesuatu yg harusnya ku banggakan, padahal aku perempuan yg kelak menjadi seorang ibu, lantas bagaimana dengan hidup anakku kelak jika aku sumber kehidupan tak mampu menghidupi dengan hal-hal kebaikan. Sungguh renungan yg teramat dalam, sepertinya hidupku mulai di beri cahaya yg telah lama tak ku rasakan. Aku benar-benar menyesal dengan keputusanku waktu itu.
 
  Setelah setahun akhirnya aku keluar dari penjara,dan tak tahu kenapa sosok semacam rupaku telah menghilang, entah siapa dan apa? Aku mulai heran dan yakin jika ini adalah jalan dan petunjuk yg penuh makna untuk hidupku. Untuk kebaikanku.
Setelah aku keluar aku mulai merasa aneh dan semakin aneh, sepertinya aku serasa baru di lahirkan, pikiran nan hatiku semakin lunak dan semakin rendah hati.
 Aku kembali untuk mendatangi kawan-kawanku, Mereka begitu kaget dan refleks memelukku, 

"elo udah sembuh caaa? elo kembali kan?!!" kata salah satu kawanku

"sembuh apanya? elo lucu!? " Sahutku sambil duduk penuh sopan.

"nah kemaren gue lihat elo agakk gila gitu ca maap ya? elo bicara sendiri elo ngaji sendiri,  gue ampe sedih lihat elo begitu, sampe-sampe gue ama petong ikutan ibadah ca, gue juga terharu gue juga takut seperti elo, "ucap si ucuk yg membuatku terheran kuat.

Rasanya apa yg dia ucap bukanlah hal yg benar, aku merasa baik-baik saja dan merasa sehat. Tapi dia melihatku dengan kejadian yg berbeda.

"Eh yg bener !? Gue itu di temenin sama wanita yg mirip dengan gue, gue di ajarin filosofi kehidupan, gue di ajarin agama di ajari bersabar, gue aja mo bunuh diri gak jadi gara-gara embak itu selalu jadi suport gue. Emang sih gue hanya berdua sama embak itu, dan gak tau kenapa sel penjara gue gak se rame yg kayak elo pernah di lapas tuh lalu.Dan herannya lagi si embak itu udah keluar dari lapas tanpa sepengetahuanku, gak pamit segala, ah gue belum berterimakasih sama mbak itu"

" caa ello itu sendirian ca, sengaja karena elo itu gila ca, Dan elo itu berada di Rumah sakit jiwa . Dan sekarang itu baru 6bulan elo di keluarin dari lapas kan? caa ini aneh tau nggak?!"

  Keheranan kawan-kawan semakin menjadi misteri di balik ceritaku, aku semakin takut dan merinding mendengar kenyataan yg tak sama. Apa benar aku sempat gila? atau sosok embak itu hanya halusinaku. Atau mungkin jin dan sosok serupanya, Hiiii. . .

  Hingga pada akhirnya Meraka kawanku memutuskan untuk pulang kerumah, mereka beralasan ingin melihat keluarganya, dan sebagiannya memilih untuk menikah dan tidak lagi bisa bersamaku di jalanan. 

  Hari berlalu semakin membuat keheranan, aku di buat galau dan merasa sedih, Aku bimbang untuk kerumah lagi, dan aku takut jika keadaan telah berubah. 

  Namun jika aku berada disini aku sudah tidak bisa lagi merasakan kenyamanan. Kawan yg sudah mulai berubah, dan kawan yg baruu di kota ini membuatku semakin tidak luas untuk meraih mimpiku kembali. Hingga ku putuskan untuk kembali kepada keluargaku di rumah.

   Tak ku sangka, mereka juga merasakan hal yg sama denganku. Kedua orang tuaku menungguku di rumah dengan berbaju putih dan mereka rujuk kembali. Mereka sengaja kembali karena inginkan aku pulang kembali, "Ini seperti mimpiku waktu itu".

  Sungguh betapa mahalnya berlian yg tersembunyi ini. Tak ku sangka ternyata rasa takutku ini berubah menjadi hal yg luar biasa bahagianya. Bahkan sedetik pertamanya aku sudah mulai merasakan jutaan kebahagiaan yg hakiki dan murni.

  Aku pun merasa hidup kembali di dalam kenangan yg kelam, di dalam masa lalu yg membisu, aku mulai kembali kepada TUHANKU berdoa dan menyerahkan semua takdirku, Kembali di jalan yg benar .

  Dan untuk memposisikan hidupku di masyarakat berjalan dengan baik-baik saja, walaupun banyak dari mereka yg mengecam keadaanku.Meskipun saat ini aku tidak memiliki banyak teman setidaknya hidupku semakin tertata rapi dan menjadi ladang manfaat untuk keluargaku.
 
 Untuk menjadi terkenal tak perlu banyak teman.
Tak perlu banyak aksi untuk menjadi populer.
Tak perlu banyak pengorbanan untuk membuat orang terkesan.
Pasalnya Singa raja hutan selalu sendiri di hutan saat mencari mangsa . Sendiri menjadi pusat perhatian dan sumber takut bagi mereka. 
Tak perlu menjadi sama untuk bermanfaat bagi sekitar. Jadilah diri sendiri dari perbedaan itu, kelak alam semesta akan merasakan keiklasan dan kebaikan tanpa syarat. 
Masalah ukuran dosa dan atas pengampunanNYA di luar batas umat manusia. Karena tidak ada manusia yg luput dari salah. Maka beruntunglah jika masih di beri kesadaran di atas kekhilafan. Dan menjadikannya pelajaran atas kehidupan yg seharusnya indah bersama keluarga, Keluarga tak akan pernah memilih untuk berpisah, dan Peran keluarga tetap sema yaitu menjadikan generasinya sebagai orang yg baik dan berhasil.
 
 
Selesai.
By:Lincah Hayu.

  • view 95