Parenting Ala Montessori Islami : Agar Aurat Anak-Anak Terlindungi.

Lina Dewanto
Karya Lina Dewanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Maret 2016
Parenting Ala Montessori Islami : Agar Aurat Anak-Anak Terlindungi.

 Tulisan ini saya rangkum dari diskusi dengan ustadzah Hayati Fashiha, Lc. Dipl. Beliau telah tuntas kuliahnya di dioloma Montessori. Sekolah Parenting dan Early Development Children. Banyak ilmu yang beliau sampaikan. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

 Kita, mungkin sering mendengar bahwa sering orang tua menamai *maaf kemaluan anak-anak dengan nama yang dikira lucu-lucu. Semisal Titi, Nunu, Nona dan lain-lain. Sehingga anak-anak saat usia lepas dari masa balita sering memamerkan auratnya tersebut. Entah di sekolah, atau di rumah saat ada tamu. Mereka merasa tidak perlu malu dengannya. Darisanalah salah satu faktor muncul kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak.

 Lalu, bagaimana sebaiknya kita melindungi aurat anak-anak kita sejak dini?

 Pertama, sejak masih bayi, upayakan saat sang bunda yang mengganti popok anak, bilang dengan lembut "Nak, bunda tidak lihat aurat dede ya, bunda bantu pasang popok saja"
Termasuk saat di kamar mandi, "Nak, bunda tidak lihat aurat dede ya, bunda bantu cebokin dede aja" dan itu semua dilakukan tanpa disaksikan sang ayah. Begitupun gilirannya saat sang ayah yang mengganti popok atau saat menceboki anak, sang bunda tidak perlu menyaksikan hal terebut.
Mengapa?
 Agar anak-anak merasa yakin bahwa auratnya itu tidak boleh sembarangan orang yang melihat. Dan agar ia terdidik memiliki rasa malu sejak dini.

 Kedua, jangan menamai auratnya dengan nama-nama aneh. Cukup sebut aurat. Semisal saat mendidik "Aurat itu nak, harus ditutupi...bunda dan ayah juga selalu mentutupinya. Bukan mainan ya"
 Efeknya, si anak benar-benar terbiasa malu untuk terlihat auratnya. Ia pun akan hormat pada temannya. Tidak akan sembarangan. Hal ini banyak yang mempraktikannya dan? terbukti efektif menjaga aurat anak-anak meskipun mereka berada jauh dengan kita.

Wallahu 'alam bishowab.

  • view 257