Janji-Mu

Lina Dewanto
Karya Lina Dewanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 Februari 2016
Janji-Mu

???????? Dakwah ini kembali diguncang. Dijadikan kehinaan, disikut oleh para zhalimiin yang geram dengan mereka yang tidak berharta banyak namun senantiasa bisa memakmurkan orang lain. Yang murka pada mereka saat tangan-tangan sederhana mampu menyelamatkan perdagangan kemiskinan. Bahkan merekapun mulai gusar? tatkala pemimpin hebat itu dikaruniai pandangan jauh sehingga segala kebobrokan zhalimin mulai mencuat. Demi menutupi kebusukan munculah strategi kotor para pendusta itu. ?Mantel jabatan, situs-situs ?keren? memanipulasi data hingga seolah-olah tak ada kebenaran yang tersisa. Kerjasama kebathilan menjadi trend yang tak berujung. Mewarisi tawa diatas penderitaan orang lain.?Asalkan kami kaya, tak apa yang lain miskin, kami harus menang mereka harus menderita?

??????? ?Sampai kapan sihir mereka berakhir?? Ujar seutas hati. Ah, tersadarlah ia bahwa bukan hanya sekarang saja pergolakan umat ini diuji. Dari mulai penggergajian tubuh seorang hamba shalih, perebusan keluarga dakwah dalam air mendidih sudah kami ketahui. Darisanalah permulaan para ahli zhalim mulai mengkafirkan pemikiran masyarakat. ??Lihatlah, risalah Islam membuat mereka menderita?!! Lihatlah, mereka lemah?!!? ?Teriak si penggergaji dan perebus orang-orang shalih. ?Darisana makian mereka belum berakhir. Bahkan ketika wafat para khalifah Allah, ketakaburan mereka semakin menjadi-jadi . ?Lihatlah pengikut Muhammad berakhir seperti mereka! Terbunuh?tertindas oleh kami. Siapa yang masih percaya Muhammad???

??????? Lalu, apakah teriakan mereka bermanfaat? Tentu saja tidak. Hebatnya Allah, semakin mereka berteriak, semakin banyak pengikut setia Nabi Muhammad. Semakin sering umat diperangi, maka tak henti para Mujahid-Nya berjuang, melahirkan mujahid-mujahid baru yang setia. Allahu Akbar!!

?????? Ah, ternyata kuat sekali visi dan misi mereka. Tidak lagi dengan gergaji dan air yang mendidih. Penyiksaan bertubi-tubi dilakukan dengan tayangan, mode yang menggiurkan, pencucian pemahaman dan lainnya. Lihatlah busana yang dikatakan islami itu!Pernahkah diperiksa apa benar yang melabelkan benar-benar bermaksud Islami? Lihatlah makanan-makanan yang dikatakan bergizi itu! Waspadai kehalalannya kalau engkau masih berminat masuk Surga! Lihatlah berita itu! Benarkah sumbernya? Lihatlah following, tweet dan retweet pemahaman anak muda sampai orang tua jaman sekarang. Mulai memisahkan agama dari sekolah, menjadikan kebenaran seolah-olah relatif! Na?udzubillah min dzalik.

Ya, Allah?kami memohon ampun-Mu lantaran kelemahan kami. Namun dari kelemahan kami ini terdapat sumber kekuatan untuk selalu bersandar pada-Mu. Darisanalah kami selalu tersadarkan bukan karena kami, hidayah itu turun. Namun hanya Engkaulah yang bisa meluruskan mereka. Dari kelemahan kami pula kami selalu ingin berjaga, merapatkan barisan, menguatkan strategi, meraup segala ilmu agar mendapatkan kunci pemudah, agar tidak terbodohi oleh semak kebencian mereka.

???????? Benarlah decak kagum para ulama ketika mengkaji para Nabi Allah, para khalifah Allah, para da?i. Yang ?terlihat? mengenaskan demi memperjuangkan kebenaran telah kehilangan anaknya, mendekam di penjara, menjadi buronan penguasa zhalim, kehilangan keluarga, difitnah, dibunuh. Namun mereka tidak mengeluh. Mereka yakin bahwa iman kepada Allah memang menghendaki perjuangan, pengorbanan yang tidak sia-sia dan keteguhan hati. Mereka tidak terlalu menuntut kemenangan lahir, karena yang penting adalah kemenangan bathin. Mereka memikul beban berat namun mulia dan berbuah keindahan abadi. Semakin mereka mencintai Allah, mereka semakin membuktikan pada Allah dengan segala amalan yang terbaik. Semakin mencintai jalan ini semakin yakin pulalah pada janji-Mu. Hanya janji-Mu lah yang menenangkan kami.

?Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan?At-Taubah?:20.

  • view 69