Imam Ahmad bin Hambal Bersabar dalam Kebenaran... Bersabar pada Agama

Lina Dewanto
Karya Lina Dewanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 Februari 2016
Imam Ahmad bin Hambal Bersabar dalam Kebenaran... Bersabar pada Agama

Imam Ahmad bin Hambal memiliki kesabaran yg patut dicontoh oleh kita. Empat belas? tahun disiksa agar mengikuti kaum Mu'tazilah (salah satu madzhab yang mengedepankan akal) yang secara halus telah merasuki kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun.Sehingga ia memerintahkan pada seluruh ulama,ahli hadits dan ahli fiqh agar meyakini bahwa Al-Quran adalah makhluq Allah (Seperti yang sudah kita ketahui bagi Ahli Sunnah, Al-Quran adalah Kalam Allah. Bukan makhluq Allah).

Diantara semua yang ditangkap adalah imam Ahmad bin Hambal. Beliau selain dijebloskan ke penjara, beliau pun dicambuk. Tapi beliau tak berhenti berdoa. Beliau akan berhenti dicambuk pabila setuju pada Mu'tazilah. Hanya kalimat bismillahirrahmaanirrahiim serta laa ilaaha illallah yang keluar dr mulutnya. Sampai suatu ketika ia tersadar bahwa pakaiannya akan terlepas akibat cambukan itu, sementara tangannya diikat maka beliau berdoa ,

"Ya Allah bila keyakinanku benar bahwa Al-Quran adalah kalam-Mu dan bukan makhluq-Mu maka hindarkanlah aku dari tersingkapnya auratku"

Tetiba, celananya yang akan jatuh terpasang rapi sedia kala. Dan beliau sangat bersyukur akan itu. Akibatnya, bertambahlah keyakinannya.

Saat tubuhnya benar-benar lemah...seseorang di penjara itu tiba-tiba mengagetkanny.
"Kau kenal aku?" tanya pria itu. "Tidak!" jawab Ahmad ibn Hambal. Pria itu seraya berkata "Aku adalah Abu Al-Haitsam pengembara yang sering mencuri. Akupun dicambuk. Pada semua itu aku sabar demi ketaatan pada Syeithan karena dunia. Maka sabarlah engkau demi ketaatan kepada Ar-Rahman karena Agama"

Dari secuil kisah diatas, dapat kita ambil ibrah bahwasanya sabar itu ada dua jenis. Yang pertama sabar demi taat kepada Allah SWT. Kedua sabar demi taat kepada syeithan.

Lalu, sejauh ini...jiwa yang sering mengaku sabar... yakinkah itu dalam rangka taat kepada Allah? atau demi taat kepada syeithan? Sabar dalam kebenaran (al-haq) adalah sabar demi mentaati Allah. Sedangkan sebaliknya, sabar dalam kebatilan berarti demi taat pada syeithan.

Kita pasti teringat ayat-Nya 'Innallaha ma'ashabirin' sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Syeikh Sa'id bin Musafir berkata saat beliau menjelaskan makna kalimat tersebut,
'Allah mencukupimu saat Allah bersamamu. Dan apabila Allah bersamamu apa yang bisa menghawatirkanmu? Siapa yang bisa menipu sedangkan Allah bersamamu?! Siapa yang bisa menjahatimu saat Allah memberikanmu kebaikan? Siapa yang bisa menahanmu dari suatu perkara sedangkan Allah yang berkehendak atasmu?.....'

Berkaca pada diri, ah sungguh tak pantas diri ini. Namun, saya ingin diri pribadi, anda, mereka kita sama-sama perbaiki derajat kesabaran kita. Semoga kelak surga menjadi hadiah terindah kita sebagaimana dalam hadits malaikat menyalami orang mu'min?yang selalu sabar di dekat pintu surga. 'Salamu'alaikum bimaa shoobartum' Salam sejahtera untuk kalian...akibat kesabaran kalian :)

Wallahu 'alam bishowab.


  • view 301