Renungan Jiwa : Berharap dicintai Allah

Lina Dewanto
Karya Lina Dewanto Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Februari 2016
Renungan Jiwa : Berharap dicintai Allah

Tersumbat letih setelah menyantap matkul Ilmu-ilmu Al-Quran dan wajib paham ?resep'nya di dua kitab ini. Al-Itqan karya Imam Suyuthi dan Mughni Labib karya Ibnu Hisyam. Kitab-kitab tersebut jelmaan tertinggi mengenai? ilmu Al-Quran dan bahasa arab. Disusul menyantap bahasa inggris yang tidak semudah dibayangkan akibat lost of vocabularies :?(.
Rehat di rumah, kemudian ingin review pelajaran dan... Allah kasih ini :

? Innallaha yu'thii ad-dunyaa man yuhibbu wa man laa yuhibbu. Wa laa yu'thii ad-diina illa liman
ahabballaha faman a'thoohu Allahu ad-diina faqod ahabbahu"HR. Ahmad


(Allah memberikan dunia kepada yang DIA CINTAI dan yang DIA BENCI. tetapi Dia tidak memberikan kesadaran
beragama, kecuali kepada yang DIA CINTAI. Maka barangsiapa diberi kesadaran beragama oleh Allah, berarti ia
DICINTAI oleh-Nya)

Ada yang merembes di hati ini. Teringat 4 tahun lalu 'banting setir? dari seni,psikologi,bilologi,bahasa prancis, ke Tafsir demi paham agama sebagai perahu menggapai cinta Allah. Cinta yg semua orang inginkan. Karena itu saya merasa butuh tinggal di lingkungan sumber ilmu-ilmu Islami. Merantaulah saya terhitung sejak 21 Oktober 2011 ke Negeri Seribu Menara, Mesir. Duduk dibangku estafet dakwah sebagai mahasiswa S1 dan kini sedang berjuang di S2 di Universitas yang sama, Al-Azhar. Hadits itu sejak awal? disimpan erat sebagai pengingat dalam doa. Semoga termasuk hamba yang dicintai-Nya.

Siapapun yang pernah mengenal kehidupan disini pasti punya pandangan yang sama. Bahwa butuh niat yang bulat serta kemantapan hati yang tinggi bila ingin menyambung nafas sebagai mahasiswa S2 di universitas tersebut. Sayapun merasakan hal itu. Kalau niat hanya setengah matang, bagaimana menyantap buku-buku berat tersebut.

Karena itu, ini semua tidak mudah. Butuh perjuangan jungkir balik. Dan memang tabiat jalan kebenaran penuh ketidakmudahan. Namun saat teringat hadits tersebut lagi. Malu!! Sungguh malu!! belum bisa apa2 sudah loyo! Mengeja kalam-Nya belum benar! Masih jahil akan banyak hal. Tapi saat belajar banyak 'tawar hawa nafsu? .

Padahal Allah memang Maha Baik. Asalnya sudah hampir say good bye sama hobi dan kesukaan. Tapi JUSTRU disinilah saya bisa belajar itu semua pelan-pelan. Via Kuliah jarak jauh gratis yang di fasilitasi Irlandia atas kehendak-Nya tangan yang amnesia ini mencoba bangkit kembali. Dan beberapa fasilitator lain, sekitar dua tahun ini sudah melukis kembali. Amatiran memang. Tapi saya sangat bersyukur.
Bahkan bisa menemukan guru bahasa perancis, daftar matkul kesukaan juga disini.

So, Semangaaattt Linaaa! Jangan kecewakan Allah yang sudah banyak ngasih kesempatan :(
LET?S keep Fighting in Dunya to HAVE BEAUTIFUL LIFE in Akhirah.

(Ingatlah catatan ini disaat futur melanda...siapkan amunisi ya Lin!, karena kita akan menghadapi ujian di bulan Mei. Allahummaj'alnaa minannaajihiin. Mohon doanya rekan-rekan semua...^^ insya Allah saling mendoakan)


oleh : Lina Dewanto, Mahasiswi Tafsir Universitas Al-Azhar, Kairo.

  • view 246