Rahasia Kalimat Iyyaaka Na'budu wa iyyaaka Nas'ta'iin untuk Solusi Kita.

Lina Dewanto
Karya Lina Dewanto Kategori Agama
dipublikasikan 20 Februari 2016
Rahasia Kalimat Iyyaaka Na'budu wa iyyaaka Nas'ta'iin untuk Solusi Kita.

Anda sedang merana...?
sedang terpenjara duka yang tak kunjung usai menemukan bahagia?
atau...lebih pahit dari itu... merasa ini adalah akhir dari semua??

Siapapun kita pasti pernah merasa dunia ini menyimpan kejutan. Terkadang cerah, bersemi segala jenis bunga. Kemudian tetiba petir durjana mengendapkan perih di pelupuk mata. Dan saat kita sadari ada banjir yang menanti... Hingga hati kita berusik bagaimana aku melewatinya?
Lalu, apa yang ada di benak kita?
Mungkin kita sering membanding-bandingkan segala yang menimpa kita dengan orang lain. Hingga hasad timbul. Berharap orang lain terkena musibah juga. Astagfirullahal'azhiim...

Sadarkah kita, Allah telah memberi kita 'kunci' di langkah awal untuk menyikapi kejutan dunia ini.
Ya. Mengingat Allah hati kita menjadi tenang. Lalu, dimanakah tempat terbaik untuk mengingat-Nya?

Shalat.

Mengapa?
Karena shalat adalah tempat terdekat seorang hamba kepada Rabbnya.

Masih ingat kan bacaan-bacaan shalat? Hm Ingat sih... tapi diresapi kah maknanya? Atau shalat kita bak ayam yang sedang mematuk makanan-makanannya? Express!
Ah, disinilah titik kebodohan kita. Kebodohan yang menjadi batu penghalang solusi kita.

Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan...

Mungkin kalimat ini terlihat biasa saja. Hingga lisan kita terlampau cepat melewatinya. Padahal sesungguhnya, bila kita resapi makna yang sebenarnya, yakinlah kita tak ingin tergesa-gesa!

Imam Zamakhsyari dalam kitabnya Tafsir al-kasyaf, memaparkan bahwa didekatkannya kata 'mohon pertolongan' (nas'taiin) dengan kata 'ibadah' (na'budu) agar terkumpulnya sesuatu yang bisa mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya dengan yang diminta dan dibutuhkan hamba-Nya.

Maka dapat kita ketahui bahwa Allah telah mendekatkan pertolongan-Nya, bala bantuannya untuk hamba-Nya selalu.
Maa syaa Allah...

Kemudian, mengapa didahulukan kata (na'budu) daripada kata (nasta'iin)? inilah titik terpenting kita.
Yaitu, Allah ingin agar ibadah kepada-Nya menjadi salah satu wasilah kita dalam menjemput solusi yang kita impi-impikan.

Maka jangan heran para ulama yang bijak, sering menasihati : Perbanyaklah ibadah! perbanyaklah istigfar! perbanyaklah shalawat. dsb.
Itu semua agar kontinuitas ibadah kita semakin menguat. Hingga keyakinan kita terhadap setiap takdir dan pertolongan-Nya pun menguat.

Ingat, tingkat kekuatan seseorang itu tergantung apa yang menjadi sandarannya. Kalau kita bersandar pada akal kita yang terbatas...atau pada harta kita yang pada hakikatnya bukan milik kita, niscaya kita semkain jauh dari solusi.
lain hal bila kita bersandar pada Yang Maha Kuat...Yang Maha Menolong Allah 'Azza wa Jalla. Niscaya kita menjadi pribadi yang kuat untuk melewati segala onak duri, kejutan-kejutan dunia ini.

Duhai hati, mari bersihkan karat duka dari kidung harapmu...
Kita prioritaskan memperbaiki bacaan shalat kita, rukun shalat kita,
kita tingkatkan kualitas kehambaan kita pada-Nya.
Niscaya, bersamaan dengan itu pula setiap permasalahan punya jadwalnya untuk terurai.

Wallahu 'alam bishowab.

-Lina Dewanto, Mahasiswi Tafsir di Universitas Al-Azhar, Kairo-

  • view 248

  • A.K. Anwar
    A.K. Anwar
    1 tahun yang lalu.
    Setuju Mba...Rasanya doa lebih pass ketimbang mengandalkan ayat. Karena yang pernah saya dengar "Hati itu diantara jemari-Nya, Dia yang membolakblaikan sesuai kehendak-Nya"

    • Lihat 1 Respon

  • A.K. Anwar
    A.K. Anwar
    1 tahun yang lalu.
    Beberapa kali pernah melakukan yang mba sarankan seperti itu...Tapi kenapa seringkali masih nga tenang juga? Sehingga kadang saya harus bertanya apa barangkali ayat tersebut memang bukan untuk itu? Atau ada hal lain yang kurang? Anyway, thanks buat responnya.

    • Lihat 1 Respon

  • A.K. Anwar
    A.K. Anwar
    1 tahun yang lalu.
    Bagaimana jika sudah mengingat-Nya tapi hati tak juga tenang?

    • Lihat 1 Respon