Surat Untuk Dia

Herlin Yuliani
Karya Herlin Yuliani Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 November 2017
Surat Untuk Dia

Aku terdiam diantara beberapa pepohonan yang mengelilingiku , sesekali daun rapuh itu jatuh berguguran tertiup angin kesana kemari mengikuti angin yang berhembus kearahnya hingga akhirnya ia jatuh diantara tumpukan daun rapuh lainya . Sejenak kunikmati semilir angin senja yang berlalu dengan sedikit memejamkan mataku .

Perlahan aku mengalihkan pandanganku , melihat awan yang begitu teduh dan hembusan angin yang begitu damai .

Melihat dedaunan berjatuhan itu , mengingatkanku akan persaanku terhadap seseorang pria yang kini tidak lagi hadir di hidupku , pria yang dulu mungkin aku anggap dia biasa saja , dan mungkin tak pernah kubayangkan sebelumnya dia yang ku anggap biasa, dan mungkin tak terfikirkan olehku  akhirnya dia mampu menorehkan perasaan begitu dalam hanya dengan sesingkat waktu?
Satu hal yang aku harapkan , Andai dia tau betapa aku mencintainya, begitu menginginkan agar dia kembali .

Sejenak Ku alihkan pandanganku kearah sebuah buku, kutatap buku diary yang kini berada di pangkuanku , sebuah buku yang usang yang selama ini menjadi saksi bisu setiap rasa demi rasa yang bermunculan dan tidak pernah ku curahkan padanya. Yang selalu menemani perjalanan kisah cinta sendirian ini . Inginku berpaling kepada orang lain , namun apalah daya hatiku tetap mengunci namamu , sulit sekali membuang namamu jauh dari hatiku terlalu kuat dia melekat bagai terpahat dan begitu rapat. Dalam suatu masa , Pernah sesekali waktu aku melupakan mu, dengan memulai lembaran baru bersama orang lain, pada awalnya semua mungkin berjalan begitu lancar , perlahan aku bisa melupakanmu, berjalan tanpa rasa sakitnya menunggu dan harus kecewa karena kamu menyukai perempuan lain . Hingga pada masanya waktupun tidak menyetujui aku bersama orang lain selain dirimu dan mengembalikan perasaam yang dulu pergi kepada hati ini , tanpa memudar sedikitpun Justru perasaan ini tumbuh begitu besar sampai semua rasa berubah menjadi rindu yang menyiksa dan tidak tersampaikan , ini menyesakan sekali.

" andai kau tau begitu banyak hal yang aku curahkan tentangmu disini" ucapku dalam hati sembari membuka lembaran demi lembaran yang mengingatkanku pada memori persaanku saat itu .

Sudah 2 tahun lamanya aku memendam perasaan ini . Perasaan yang tidak kunjung tersampaikan, kepadanya seorang lelaki yang mampu membuatku jatuh cinta sedalam dalam nya .

Bagaimana kabarmu disana? Apakah kamu sudah menemukan wanita pilihanmu? Aku harap dia lebih menciantaimu daripada aku , Mengertikanmu, tidak seperti aku yang dengan seenaknya mengaturmu tanpa tau hak ku dikehidupanmu . Aku tau kehilangan dirimu adalah hal yang pantas untukku , mungkinkah selamanya kau akan menjauh dariku? Dan menganggap seolah perasaan ini tidak berarti untukmu? akankah kau kembali dihidupku? Menjadi seorang teman saja sudah cukup bagiku . Walaupun entah mengapa hati ini terlalu egois untuk mengangapmu sebagai seorang teman.

Sudah cukup aku menyiksa hati ini dengan mengharapkanmu . Aku ingin berhenti mencintaimu . Terkadang aku ingin bertanya kepadamu , apakah kamu pernah merindukan aku? Sedikit saja tidak apa apa .

Jika esok hari persaanku terbalas, aku ingin memeluk erat bahumu, terlalu erat hingga tidak akan aku lepaskan. Aku ingin menangis, doa yang selama ini aku panjatkan ternyata berbuah manis . Tanpa sadar itu adalah hayalan yang begitu tragis . Hingga membuat hatiku teriris .

"oh tuhan, kapankah hal itu akan terjadi? Sampai kapan aku harus bersabar lagi? Hati ini tidak mampu untuk mencintai laki laki lain selain dia, taukah ini begitu sulit di lakukan " gumamku dalam hati .

Setiap kali aku mengingatmu , butiran hangat selalu menghiasi pipi ku, satu demi satu ia jatuh dan membasahi kertas itu .

Kenapa? Setiapkali aku mencoba untuk melupakan mu , kau selalu saja
Muncul dihadapanku, taukah kamu betapa sulitnya membangun dinding pertahanan itu , dan dengan sekejap kau hancurkan . Begitu egoisnya takdir padaku , ketika aku ingin melupakan mu dia menghadirkan kamu kembali di hadapanku , apa maksudnya itu? Apakah ini tanda agar aku tidak melupakan mu? Atau kah ini cobaan apakah aku bisa melupakanmu atau tidak? Sungguh ini membingungkan sekali . Lelah rasanya di permainkan oleh takdir , oleh angan yang selalu merangkai setiap kejadian bahwa dia memiliki perasaan yang sama namun kenyataan selalu membuat kecewa dan menggoreskan pedihnya luka.

2 tahun yang lalu kau datang dengan sejuta kata yang menegaskan bahwa kaulah lelaki yang akan membuatku bahagia, kau hadirkan cinta yang membuatku lupa kalau luka tidak benar benar ada . Walau pada awalnya aku terlalu biasa untuk menganggap bahwa semua rasa yang dihadirkanmu adalah cinta . Namun kau yakinkan aku dengan mudahnya setitik kenangan kau percikan di setiap bait nya . Kau kenalkan aku dengan rindu saat semua rasa menjadi sendu , kau ciptakan warna yang berbeda kau membuat senyum yang belum pernah aku tunjukan sebelumnya, bisakah kita mengulang itu kembali? Kau menyapaku di setiap pagi? Menorehkan segala kebahagiaan yang dulu kita lakukan . Walau hanya sesingkat itu begitu cepat berlalu , setidaknya bisakah kita memulai lembaran baru , kau dan aku , walaupun rasanya tidak semanis dulu ketika pertama bertemu .

Kau tau begitu besar harapan agar kau kembali, meski ku tau kau sedang mengejar cinta dari gadis pujaan hati, Bukan kah dia juga tidak mencintaimu? Kenapa kau tidak mencoba melihat kearahku? Apakah cinta sudah tidak ada di hatimu ?

Terlalu egois jika aku mamaksamu kembali , menemaniku menjalani hari hingga akhir nanti . Aku tidak akan berhenti mencintaimu , sampai hatiku lelah samalai semuanya patah, dan aku yakin tidak memilih cinta yang salah .

Untuk mu, selamat berulang tahun. Samapaikan pada ibumu , terimakasih telah melahirkanmu di bulan agustus 18 tahun lalu ???? terimakasih telah hadir di hidupku.

  • view 64