Tak Kusalahkan Dia Sebagai Penghadir Luka

Lidia Damanik
Karya Lidia Damanik Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 08 September 2016
Tak Kusalahkan Dia Sebagai Penghadir Luka

Setelah kejadian itu tak ku dengar kabar mu lagi. Karna akupun sudah hampir tak memperdulikanmu lagi. Malam ini kau kembali lagi menghampiri, ditengah keramaian luka yang bertabur garam hingga menambah perih yang pernah kau buat di waktu lalu. Tak ingatkah kau wahai pria yang pernah hadir sebagai seseorang yang selalu ku prioritaskan.

Kini kutemukan kau dalam sosok yang berbeda, setelah kau pergi dan meninggalkan ku bersama luka yang dalam yang pernah kau buat dulu. Bahkan saat aku nangis kejer-kejer pun kau tak perduli. Kau hanya memperdulikan wanita yang sedang bersamamu saat itu. Tak ingin ku tuliskan tentang dirimu lagi namun, kini kau kembali dengan membawa obat merah penyembuh luka yang pernah kau buat. Tapi sayang aku tak pernah inginkan lukaku kau yang sembuhkan karna aku sadar sejak dulu aku jatuh hati aku yang hadirkan perasaan ini untukmu dan kini luka itu hadir akulah yang harus sembuhkannya  sendiri.

Sejenak aku berpikir mampukah aku sembuhkan segalanya setelah semua yang kuberi harus dibalas dengan perbuatan yang tak pernah aku harapakan. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, bahkan menahun, kucoba tetap sembuhkan luka itu karna aku yakin semua ini akan pulih seperti sedia kala sebelum kau hadir membawa luka ini. Kini kau kembali hadir tak ingin ku kecolongan lagi, dan takkan pernah ku biarkan kau hadir dan kembali untuk mengorek luka lama yang telah susah payah aku sembuhkan sendiri.

Aku tak pernah paham motif apa yang kau gunakan untuk kembali hadir dan berharap untuk memulai kisah lalu seolah kau berpikir akan membuat cerita baru dengan kembali menyapa dan memberi perhatian manis lagi kepada ku seolah kau tak pernah sadar bahwa luka yang kau beri dulu belum sembuh seutuhnya. Aku memang pernah sangat jatuh hati kepadamu tapi itu dulu sebelum luka itu kau hadirkan. Aku takpernah salahkan siapa pemberi luka dalam kisah ini, yang ku salahkan hanyalah diriku kenapa harus jatuh terlalu dalam kepadamu dahulu. Yang jelas-jelas hanya memiliki perasaan yang biasa terhadapku. Kini tlah kusadari kebodohan yang aku miliki dahulu, segera ku bulatkan tekad agar tak kulakukan hal yang sama nantinya.

 Kini aku harus berusaha untuk tidak memperdulikanmu yang mulai hadir kembali kedalam hidupku. Takkakn kubiarkan kau merusak mimpi yang pernah ku ukir sendiri, tak sadarkah kau bahwa ada mimpi kita yang belum terselesaikan dan tlah kau goreskan keraguan dihatiku hingga kau memilih untuk tidak melanjutkannya bersamaku dan memilih mengukirnya bersama wanita barumu. Sudah kututup kisah dan mimpi kita dahulu, dan takkan mungkin aku siap untuk membukanya kembali. Kini biarkanlah aku sendiri untuk membahagiakan diriku dengan caraku sendiri. Dan kau bahagiakanlah wanita yang kau pilih saat kau yakin untuk meninggalkanku. Karna ku tak ingin kau kembali hanya untuk memberi luka yang sama lagi.

Semoga kau temukan bahagiamu pada wanita yang kau pilih dan aku bersama seseorang yang memang tuhan takdirkan kelak, karna kau hadir merupakan campur tangan tuhan agar aku bisa lebih baik dalam memilih yang terbaik untuk hidupku nanti. Terimakasih dan pergilah wahai pria yang pernah membahagiakan (dulu).  

  • view 291