Aku, Menantu Paling Bahagia di Dunia

LIA  D. NAJIB
Karya LIA  D. NAJIB Kategori Inspiratif
dipublikasikan 15 Maret 2016
Aku, Menantu Paling Bahagia di Dunia

?

Tulisan ini saya dedikasikan kepada kedua mertua saya, kepada mama mertua saya..

?

Berangkat dari keprihatinan saya setiap kali ber-sosmed, saya selalu menemu keluhan bahkan tak kurang hinaan kepada mahluk yang bernama mertua. Mother in Law sering kali diplesetkan menjadi Monster in Law (Oh No!). Postingan demi postingan kesedihan tentang mendapati mertua yang galak, horor, atau bahkan killer kerap kali hinggap di beranda saya. Saya menduga bahwa mereka tak menemu jalan bagaimana caranya meluapkan kekesalan sekaligus duka karena memiliki mertua yang mengecewakan di dunia nyata hingga akhirnya? di sosial media-lah semuanya bermuara. Dan mirisnya setiap kali saya ketik keyword tentang mertua di mesin pencari google, berderet dari A hingga Z selalu berakhir bahwa mertua-menantu bagaikan minyak dan air. Atau bahkan kau ingat tentang tanaman hias Sansiviera yang namanya gadang sebagai Lidah Mertua karena wujud dan sifatnya yang memanjang dan runcing begitu tajamnya. Meme-meme mertua versus menantu, mertua versus ibu kandung juga bertebaran di media sosial yang kerap kali mendeskreditkan sosok mertua. Ah, Sebegitu kejamkah stigma mertua di dunia ini?

?

Ah, betapa beruntungnya saya. Ketika kebanyakan anak manusia merasa ngeri sekaligus keki terhadap para mertua di bumi ini. Ternyata Tuhan mengirimkan mertua baik bak malaikat yang turun dari langit tak pernah punya emosi juga adil dalam berbagi kasih. Terserah nanti berapa kepala yang akan nyinyir bahwa saya pamer dan membesar-besarkan tentang kebaikan-kebaikan mertua saya setelah baca tulisan ini, hanya satu yang jelas saya adalah orang yang pertama pasang badan bila ada orasi para menantu tentang acara memboikot mertua dalam kehidupan berumah tangga (ah, seram sekali bahasanya ya.) Maka Saya-lah ?yang pertama kali akan bicara bahwa paradigma dunia tentang mertua always killer itu salah. Saya adalah saksi hidup bahwa menjadi seorang mertua dengan stigma yang disandang selalu bernada negatif akan saya bantahkan. Saya adalah satu contoh kecil menantu yang sungguh-sungguh dikasihi mertua. Dan Saya memanggil mereka sama seperti orangtua kandung saya : mama-papa.

Jika saja segalanya dapat diungkapkan dalam secarik puisi, maka inilah sedikit persembahan saya :

?

Dear mama,

pagi-pagi sebelum matahari meninggi, engkau sudah rapih dan wangi

sudut-sudut rumah telah bersih,

debu-debu telah berlari

engkau sudah siap ke pasar pagi.

?

Dear mama,

Ketika aku hadir sebagai anggota keluarga baru disini,

Tidak pernah kurang aku disayangi,

Bahkan kasihmu terhadap aku tak pernah dibeda bagi

?

Dear mama,

Mengetahui aku mengandung engkau langsung merona bahagia

Peluk cium doamu hangat di dalam dada

Tak jarang kau menanyakan aku mau makan apa, aku kepingin apa

?

Selama aku menyandang gelar sebagai menantumu, aku tak pernah dimarah

Tak pernah pula aku terluka

Sesekali kita adu pandang, tetapi tak pernah membuat hubungan kita renggang

?

Dear mama,

Ketika tahu dokter mengatakan aku tak dapat menyentuh langsung sabun dan detergen

Kau mahluk pertama yang mengambil bagian mencuci piring diam-diam

Pagi-pagi sebelum aku bangun, pekerjaan itu sudah engkau selesaikan

Jika dunia mengatakan bahwa menantu tak pernah boleh bangun siang,

Tapi aku mendapat pengecualian,

Hingga tak jarang kupendam rasa malu berlebihan

?

Dear mama,

Ketika ekonomi kami sedang di bawah, engkau selalu bisa menenangkan bahwa kami tak sendirian

Segala yang kami butuhkan, engkau relakan kami bawa pulang

Juga tak jarang menyelipkan rupiah ke dalam tanganku diam-diam

?

Tak pernah kudengar kau menggunjing orang

Atau sekedar untuk membanding-bandingkan dengan keluarga kami sekarang

Tak pernah kudapati engkau bermuka masam

Sakit sehat letih senang engkau selalu mengukir senyum lapang

?

Dear mama,

Lima waktu tak pernah engkau tinggalkan

Bahkan ketika engkau terpincang-pincang

Engkau tetap berdiri di atas sajadah tanpa bimbang

?

Darimu, aku belajar banyak tentang keikhlasan

Darimu aku belajar banyak tentang rasa syukur dan kedamaian

Seberapa bergejolak rasa di dalam jiwa, wajah manis dan tersenyumlah membuat kita disenangi banyak orang

?

Dear mama,

Di setiap peluh dan letihmu, kuharap selalu berlimpah berkah disana

Di ujung-ujung kantukmu bangun pagi, kuharap selalu ada pahala disana

Di tapak-tapak mengais rejekimu, kuharap selalu malaikat menjagamu disana

?

Terimakasih, Mama..

Aku sungguh adalah menantu paling bahagia di dunia

Maafkan aku yang sering kali membuatmu susah,

Maafkan aku yang belum dapat membuatmu bangga

Maafkan aku yang tidak pernah sempurna membuat anakmu bahagia

Dalam kamusku, tidak pernah boleh ada ancaman ?pilih aku atau ibumu?

Kau adalah yang utama bagi anakmu (yang dia adalah suamiku)

Maka sepatutlah pula cinta, kasihku, rasa syukurku tercurah besar untukmu

Panjang umurlah Ma, agar aku dapat berbakti sebagai ruang bagiku untuk membalas setiap kebaikan-kebaikan darimu

Panjang umurlah Ma, Sehat berkatlah selalu..

Aku mencintaimu..

?

?

Dari :

?

Menantumu,

?

?

?

?

?

?

  • view 201