MANUSIA MUTIARA

Leyla Fajr
Karya Leyla Fajr Kategori Motivasi
dipublikasikan 25 Agustus 2017
MANUSIA MUTIARA

"Karena mutiara yang berkualitas, hanya akan dimiliki oleh orang-orang berkelas."

Di sini, saya tidak  bicara mengenai kedudukan harta dalam konteks materi kebendaan duniawi. Akan tetapi jauh kepada hakekat makna yang tersirat dalam perumpamaan hukum nilai itu sendiri yang menyiratkan arti sebuah harga yang dibayar harga.

Orang-orang yang menginginkan butiran mutiara namun dibatasi ketidak-cukupan materi pada transaksi penukaran, akan berinisiatif untuk mengambil bongkahan kerikil yang dipoles sedemikian rupa agar terlihat menjadi mutiara yang didambakan.

Jika mutiara adalah lambang kualitas manusia, maka orang yang tak pandai membedakan antara tulus dan topeng, baik dan buruk, dijamin tertipu dengan silau yang berkilau.
Imitasi dan semu.


Memang, berdasarkan azas pemenuhan kebutuhan mutiara ini dapat bernilai "sama",yaitu bisa dipakai.

Iya, bisa dipakai, tapi imitasi hanya mampu memenuhi sekedar pemenuhan kebutuhan pemakai saja. Sekedar pemuas hasrat dan pandangan lahiriah sesaat. Pudar luntur kilauan tak akan lagi dibutuhkan.
Dibuang.
Dicampakkan.
Disia-siakan.

Akan berbeda halnya dengan mutiara murni yang mengutamakan nilai-nilai.

Karena kualitas diukur dengan kualitas. Masalah kuantitas, itu mengekor. Mengikuti sendiri dibalik kualitas yang terpancar.

Untukmu manusia-manusia mutiara yang mengalami berbagai penolakan, hingga seolah kau tak mempunyai tempat di bumi yg begini luas, la tahzan.

Karena Allah selalu mempersiapkan tempat terindah yang paling membawa keberkahan dan kebaikan.

Ada porsinya masing-masing.
Ada bagiannya masing-masing.

Anggaplah keterasingan sebagai senyawa Nacre yang melindungi dari gangguan masuknya pasir ke dalam hatimu.

Agar terhindar dari kontaminasi berbagai partikel zat berbahaya yang membahayakan proses pembentukan jiwa. Toh siapa tahu mungkin saat kau berkilauan di sana malah membuat hidupnu celaka. Diincar manusia tamak, dinodai manusia tak bertanggung jawab, dieksplorasi dan eksploitasi jadi bahan percobaan, bahkan bisa juga membuatmu tinggi hati. Allah tahu yang terbaik.

Sakit memang.
Kecewa tentu.
Sedih apalagi.

Tapi pada kondisi masa inilah,  kau berada di lorong transdensial menuju nilai tertinggi kemuliaan.

Tetaplah yakin.
Tetaplah berusaha.
Tetaplah berdoa.
Jangan lupa bahagia...



Pernah dipublikasikan di acount fb pribadi  saya a/n Ailla Khalila pada Selasa, 02 Mei 2017


Foto diambil dari http://capslocknet.com/air-mata-mutiara/

  • view 39