Bungkus atau Makan Disini (Dilematis Banget)

Leo Sihura
Karya Leo Sihura Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Agustus 2017
Bungkus atau Makan Disini (Dilematis Banget)

Dilema
Ada sebuah dilema klasik yang selalu saja dan selalu saya jumpai saat melakukan kegiatan ini. Yup, makan di rumah makan atau warung makan atau apapun penyebutannya yang esensinya sama. Hal yang selalu menjadi dilema adalah ketika memesan makanannya. Pada kondisi ideal, saya selalu dihadapkan pada pertanyaan yang serupa. "Bungkus atau makan di sini?“ Pertanyaan seperti ini terlihat sederhana, klasik dan wajar saja mungkin. Tapi bagi saya ini sebuah dilema.

Ok, akan saya jelaskan. Kebetulan saya baru saja (tidak bisa dibilang kebetulan juga sih kan pasti ada niat dan rencana, yah itulah) makan. Saat memesan dan ditanya seperti itu saya sempat terdiam untuk berpikir sejenak, sekitar 5 detiklah kalau ga salah. Yang saya pikirkan adalah jika saya jawab bungkus maka saya tidak menerapkan prinsip reduce yang menjadi persentase terbesar yang harus dilakukan dalam mengelola sampah dan masa saya harus bilang "bungkus di sini, mas", nah kemudian karena pertimbangan tersebut pikiran saya pindah halauan ke opsi kedua untuk makan saja di tempat makan atau apapun tadi kalian menyebutnya.
Namun, di sinilah letak dilema kedua. Penanya hanya menawarkan dua opsi, yaitu bungkus dan makan di sini, nah sedangkan jika saya bilang "makan di sini" saya tentu melihat kondisi, sebab di tempat saya berdiri tidak ada meja dan kursi, masa harus sambil berdiri kan tidak baik, secara norma etika maupun pandangan orang lain.
Maka saya memberanikan diri untuk melakukan postulat, saya bilang ke penanya. "mas, saya mau makan di sana" sambil menunjuk ke arah meja dan kursi yang masih kosong 2 meter di dekat tempat saya berdiri. Sungguh dilema yang rutin harus saya hadapi.
*mari reduce, di sana dan di sini itu beda

  • view 22