Usaha, Cinta dan Doa

Khusnul Khotima
Karya Khusnul Khotima Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Agustus 2017
Usaha, Cinta dan Doa

Usaha, Cinta dan Doa

Sebuah kisah tentang perjuang seorang kekasih dalam memperjuangkan cinta yang ia hadapi. Hubungan yang terjalin antara Dion dan Dian ingin di akhiri dengan sebuah ikatan yang suci yaitu pernikahan, Dion ingin melamar kekasihnya yang cantik untuk menjadi istrinya. Tapi di balik semua keinginanya terselip keraguan akan latar belakang Dian yang orang kaya, sedangkan Dion hanya orang yang tidak punya selain keraguan akan latar belakang Dion pun ragu kalau nanti ibu dian tidak merestui keinginanya itu karena hubungan yang mereka jalani selama 5 tahun itu tanpa restu dari ibu dian. Itu yang membuat keraguan dion semakin besar.

    Suatu ketika dion ingin mengungkapkan isi hati yang ia pendam selama 5 tahun, di kampus dion menemui dian untuk membicarakan semua keinginannya itu kebetulan mereka berdua satu kampus. Sebelum dion membicarakan keinginannya dion mengajak dian pergi ke sebuah taman di mana taman itu akan menjadi tempat yang paling berharga untuk mereka.

( Beberapa menit yang lalu )

Dion sudah mengubah taman itu menjadi lebih indah dan romantis.

Dion : " An, bisa ikut aku sebentar!! Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu ini soal penting ".

Dian : " Memangnya ada soal penting apa yang ingin kamu bicarakan on? Muka kamu terlihat sangat serius tidak ada terjadi sesuatu yang buruk kan ".

Dion : "Pokoknya ada hal yang sangat penting ayo ".

Dian : " Baiklah ".

( Di taman )

Setelah perbincangan mereka berdua pergi menuju taman sesampai disana dian terlihat sangat kaget dan bertanya-tanya melihat indahnya taman itu.

Dian : " Dion semua ini apa, apakah semua ini kamu yang buat dan untuk aku ".

Dion : " Ya semua ini untuk kamu sebenarnya bukan hanya ini saja yang ingin aku kasih tau ke kamu ada hal yang lebih penting dari ini yang ingin aku bicarakan sama kamu. Dian kita kan sudah pacaran selama 5 tahun kita juga sudah tau sifat dari kita masing-masing jadi menurutku apalagi yang harus kita ketahui kali ini aku ingin mengungkapkan isi hatiku yang sudah aku pendam dian apakah kamu mau menikah denganku dan menjadi istriku ". ( Memegang tangan dian )

Dian : " ( Terharu ) dion kamu membuatku tidak bisa berkata-kata hanya satu yang ingin aku katakan dan asalkan kamu tau dion aku hanya ingin hidup bersama kamu bukan dengan yang lain ".

Dion : " Maksud kamu, kamu menerima lamaranku ".

Dian : " Ya aku mau menikah dan menjadi istri kamu ".

Dion yang sangat bahagia karena dian menerima lamaranya langsung memeluk dian.

Dion : " Dian kamu tau gak apa yang membuat ku bahagia lebih bahagia dari ini ".

Dian : " Tidak, memangnya apa yang membuat mu lebih bahagia dari ini ?? ".

Dion : " Aku bahagia karena ingin hidup bersama mu selamanya ".

Dian : " ( Meneteskan air mata ) ".

Dion : " Dian, kenapa kamu menangis ".

Dian : " Aku menangis karena selama ini tidak ada yang membuat ku bahagia selain kebahagiaan yang kamu beri ".

Dion : " Sekarang hapus air mata kamu dan jangan pernah kamu teteskan air mata kamu itu, aku janji aku akan selalu membuat mu bahagia dan tersenyum lepas bagaikan burung yang terbang tinggi tanpa adanya kesedihan ". ( Menghapus air mata Dian )

Dian : " Terimakasih karena kamu telah hadir dalam hidup ku, Ooh iya dion kita kasih tau kabar bahagia ini ke orang tua ku yah terutama ibu ".

Dion : " Mmm.. Ibu?? ( Dengan muka yang bingung ) ".

Dian : " Iyah ibu, kenapa kamu tidak mau bukannya kamu tadi berjanji akan membuat ku bahagia ".

Dion : " Yah aku akan selalu membuat mu bahagia tapi..!!! Kamu tau sendiri kan bagaimana sikap ibu kamu kepadaku dan kamu juga tau kan hubungan kita ini tidak pernah mendapat restu darinya aku takut kalau ibu kamu tidak akan menyetujui niat baik ku ini ".

Dian : " Aku tau semua itu tapi apa salahnya kan kita kasih tau ibu siapa tau ibu berubah fikiran, kamu mau kan dion kasih tau ibu ".

Dion : " Baik aku mau ".

Akhirnya mereka berdua pergi menuju rumah dian, sesampainya dirumah dian disana sudah ada ayah dan ibunya dian yang sedang berkumpul.

Dian : " Assallamualaikum ayah, ibu ".

Dion : " Assallamualaikum om, tante "

Ayah & ibu dian : " Waalaikum salam sayang, Ooh ini yang sering kamu bicarakan dan ceritakan sama ayah ( Ayah berbicara terlebih dahulu ) ".

Kemudian ibu langsung menyambar pembicaraan

Ibu dian : " Dian ngapain kamu datang sama dia dan mau apa dia kesini "

Ayah dian : " Ibu, ibu ini apa-apaan sih tidak baik bicara seperti itu ".

Dian : " Ayah, ibu sebenarnya ada yang ingin aku dan dion bicarakan ini tentang hubungan aku dan dion biar nanti dion yang bicara langsung ".

Dion : " Mmm.. begini om, tante sebenarnya maksud kedatangan saya kesini itu buat niat baik, saya dan dian kan sudah menjalin hubungan selama 5 tahun saya ingin menjalin hubungan yang lebih serius lagi dengan dian. Tiba-tiba ibu dian langsung menyambar pembicaraan dion.

Ibu dian : " Alah udah jangan bertele-tele sebenarnya apa maksud kamu datang kesini buang-buang waktu saja ".

Ayah dian : " Ibu, ibu ini keterlaluan yah !!! Lanjutkan dion kamu gak usah dengerin apa kata ibu dian ".

Dion : " Sebenarnya saya ingin melamar dian untuk menjadi istri saya om, tante ".

Ibu dian : " Gak saya gak setuju, dian Ibu gak setuju yah kalau kamu nikah sama dia bukannya ibu sudah melarang kamu berhubungan dengan dia tetapi kamu malah menjalinnya dan sekarang dia berkata seperti itu sekali lagi ibu gak setuju ".

Ayah dian : " Ayah setuju dan merestui hubungan kalian ".

Ibu dian : " Ayah apa ayah gak liat dia itu tidak sebanding dengan kita  ". ( Nada keras ) 

Ayah dian : " Ayah gak masalah dengan semua itu bagi ayah yang terpenting itu kebahagiaan dian ".

Ibu dian : " Pokoknya ibu gak setuju ". ( Pergi meninggalkan mereka )

Ayah dian : " Kalian gak usah dengerin apa kata ibu tadi, jadi kapan dion kamu akan melamar anak saya "

Dion : " Hmm.. pengennya sih secepatnya om ".

Dian : " Yah, tapi bagaimana dengan ibu ".

Ayah dian : " Kamu gak usah mikirin nanti biar ayah yang bicara sama ibu ".

Dian : " Makasih ayah ".

Dion : " Makasih om sudah merestui hubungan kami, Kalau begitu saya pamit pulang dulu dan mau sekalian ajak dian keluar om ".

Ayah dian : " Bagi saya tidak ada yang bahagia selain kebahagiaan dian ".

Dian : " Yah aku pamit pergi sama dion dulu yah ".

Ayah dian : " Ya, hati-hati ”.

Setelah bicara sama kedua orang tua dian dan meskipun hanya dapat restu dari ayah dian setidaknya mereka sudah berusaha agar ibu dian mau merestui hubungannya. Dion dan dian pergi menuju taman, dion yang dengan raut wajah yang kesal karena ucapan Ibu dian hanya terdiam tanpa berbicara apa pun ke dian.

Dian : " ON, kenapa kok kamu diam ajah dari tadi "

Dion : " Engga papa ko "

Dian : " Kamu bohong pasti ini semua gara-gara omongan ibu tadi ya kan "

Dion : " Bener kan ke khawatiran aku kalau ibu kamu masih belum merestui hubungan kita ".

Dian : " Aku tau tapi setidaknya kita kan sudah bicara baik-baik sama ibu semoga saja nanti ibu berubah fikiran dengan ucapannya tadi jadi kita harus sabar ".

Dion : " ( Hanya terdiam mendengarkan omongan Dian ) ".

Selepas dari taman mereka berdua pergi. Dion pergi mengantarkan Dian pulang. Hari-hari terus berlalu mereka berdua selalu berusaha agar mendapatkan restu dari ibu dian tapi semua usaha itu sia-sia ibu dian masih tetap bersekukuh tidak merestui hubungan mereka. Sampai pada akhirnya keputusan di ambil oleh ayah dian menikahi dian tanpa ada restu dari ibunya.

 

 

Bersambunggg...

  • view 28