Pengorbanan ayah dan ibu

Khusnul Khotima
Karya Khusnul Khotima Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Pengorbanan ayah dan ibu

Perjuangan Ayah Dan Ibu

Kalau dulu seorang pahlawan rela berjuang untuk negaranya, tapi kali ini sosok pahlawan itu berbeda perjuangnya bukan untuk negaranya lagi melainkan demi anak-anaknya sosok pahlawan ini adalah ayah dan ibu iya rela melakukan apa saja demi kebahagiaan dan cita-cita anak mereka. Mereka berjuang tanpa mengenal lelah, letih dan bahaya sungguh pengorbanan mereka itu bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa.

 Ayah adalah sosok kepala rumah tangga yang bertanggung jawab untuk kebahagiaan keluarga kecilnya selain menjadi kepala keluarga ayah juga penopang dalam hidup kita, ayah juga sosok orang yang kuat ia rela mencari nafkah demi keluarganya terutama bagi anaknya meskipun yang ia jalani dalam mencari nafkah itu tidak mudah ia harus tahan terhadap segala sesuatu tetapi ia tidak pernah menghiraukan itu semua meskipun panas yang menyinari, hujan yang membasahi, siang dan malam yang ia lalui tetapi ayah tak peduli dengan semua yang ia hadapi bahkan ia melakukannya dengan penuh ikhlas.

Ibu adalah sosok wanita yang memiliki kelembutan hati dan kesabaran yang luar biasa. Ibu ia selalu menjaga dan merawat buah hatinya dengan penuh kasih sayang. Saat masih berada di dalam kandungan ibu selalu menjaganya dengan amat sangat baik, Ketika saat buah hati lahir dan tumbuh menjadi seorang anak kecil yang lucu ibu masih tetap merawatnya dengan penuh kasih sayang. Kemudian buah hatinya itu tumbuh menjadi seorang anak-anak yang setiap kali terkadang membuat susah ibu bahkan membangkangnya tetapi ibu selalu menghadapinya dengan penuh ikhlas, sabar dan pemaaf. Meskipun ibu tidak bisa melakukan apa yang di lakukan oleh ayah dan tidak merasakan panasnya sinar mentari, hujan yang mengguyur, tapi ibu juga merasakan susahnya ayah pada siang dan malam ia selalu merawat dan mengajarkan yang baik kepada anak-anaknya siang hingga malam disaat kita masih bayi ibu selalu terjaga dalam tidurnya bahkan ia tidak pernah yang namanya tidur terlelap ia selalu terbangun saat anaknya menangis atau pun kehausan ia selalu sigap untuk menenanginya agar anaknya tertidur kembali. Ibu juga tidak hanya merawat anaknya ketika masih bayi tetapi ibu juga terus merawat anaknya hingga dewasa, bahkan disaat anaknya tumbuh dewasa ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, meskipun terkadang hati ibu yang lembut itu sering kali tersakiti oleh sikap anaknya yang kalau tidak menuruti dan membantah omongan nya tapi ibu selalu sabar dan tidak pernah membalasnya bahkan ibu adalah sang pemaaf. Sungguh ibu memang benar-benar memiliki kelembutan hati dan kesabaran yang sangat luar biasa.

Pengorbanan ayah dan ibu tidak berhenti disitu saja ia masih terus berjuang demi masa depan anaknya agar anaknya kelak dapat hidup bahagia bagaikan sinar bulan tidak redup seperti padamnya lampu. Ayah yang setiap harinya ia harus terbangun di terbitnya fajar dengan tubuh yang segar, tangan yang halus, kaki yang kuat dan pakaian yang bersih. Semuanya berubah ketika ayah pulang di tenggelamnya fajar dengan tubuh yang lesu, tangan yang kasar, kaki yang lemas dan pakaian yang kotor dengan penuh keringat. Semua itu ia lakukan hanya untuk mencari nafkah. Meskipun setiap harinya ayah pulang dalam keadaan seperti itu tetapi ayah selalu tetap tersenyum.

Ayah..

Engkau sosok yang kuat

Tak pernah kau perlihatkan lelah mu,letih mu di hadapannya

Kau selalu menutupinya dengan senyuman mu

Dan tak pernah kau berkata bahwa kau menyesal melakukan itu semua

Beribu-ribu senjata yang kuat pun hanya kau lah yang lebih kuat

Dengan seribu semangat lah kau bisa kuat

Semua itu kau lakukan hanya demi untuk mencari nafkah

Ayah..

Aku bangga padamu

Ijinkan aku menjadi seperti mu

Aku tau mungkin aku tidak akan bisa menjadi seperti mu

Tapi hanya satu yang aku ingin seperti mu yaitu memiliki kekuatan mu

Ayah kau senjata kuA

yah kau pahlawan ku

Tidak hanya ayah yang memiliki kekuatan pahlawan ibu pun memiliki bahkan ibu bukan hanya kekuatan pahlawan melainkan kekuatan malaikat. Ibu ia rela menahan berat yang ada di dalam perutnya itu selama 9 bulan dan ia juga harus rela menahan rasa sakit bahkan seribu nyawa sekali pun. Setelah lahir ia juga harus merawat dengan penuh kasih sayang di setiap doa-doa mereka ia panjatkan hanya untuk kebahagiaan buat hatinya. Di setiap sujud sholat yang ayah lakukan ia memanjatkan doa untuk kebahagiaan dan kesuksesan anaknya. Tak hanya ayah yang berdo di setiap sholat nya ibu pun berdoa di setiap malamnya hari hanya demi anaknya ia ingin agar anaknya kelak hidup bahagia.

Ibu..

Engkau bagaikan malaikat yang nampak nyata di hadapan

Hati mu yang selembut sutra menjadi istimewa mu

Tak pernah aku melihat lelah menggores wajah mu

Kau tebarkan kasih sayang di setiap harinya

Hati mu yang baik tak pernah menyimpan rasa dendam

Ibu..

Aku anak mu yang nakal

Maaf kan lah aku ibu

Jadikan aku seorang wanita seperti mu ibu

Ibu kau bidadari

Ibu kau malaikat


Terimakasih ayah, ibu atas perjuang mu, pengorbanan mu yang tak pernah habis hanya untukku. Ayah, ibu anak mu ini tidak akan pernah bisa membalas semua apa yang kalian lakukan bahkan anak mu ini hanya bisa membuat kalian susah lihat betapa susahnya kalian waktu itu ketika anak mu belum lahir dan ketika sudah lahir pun masih tetap membuat kalian susah. Ayah, ibu kalau pun anak mu ini bisa untuk memohon anak mu akan memohon jangan pernah membuat kalian susah buatlah kalian bahagia seperti doa-doa yang kalian panjatkan. Mungkin anak mu ini hanya biasa melakukan ini satu dari semua apa yang kalian lakukan yaitu anak mu memohon kepadanya ( Allah ) panjangkan umur kalian dan tempatkan kalian di surganya Aaminn.

 

 

 

  • view 139