Memilih Pemimpin Muslim. Titik!!!

Lentera Sukma
Karya Lentera Sukma Kategori Agama
dipublikasikan 15 April 2017
Memilih Pemimpin Muslim. Titik!!!

Pemimpin harus muslim, titik. Tanpa perlu mengurai-urai alasan panjang kali lebar, mendebat sana-sini, perang argumentasi, hingga menjadi perbincangan seluruh umat. Cukuplah bagi yang mengaku muslim. Muslim sebenarnya, bukan cuma tertera pada aksara tapi betul-betul menghamba.

Sudah menjadi patokan, kalau muslim pasti pedomannya adalah Al-Qur’an dan Hadits. Mengikuti Allah dan RasulNya. Bukan mengikuti kebanyakan orang. Allah berfirman dalam QS. An Nur 51

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kaum muslim harusnya tahu ayat ini, apabila Allah dan RasulNya memerintahkan suatu hal maka jawabannya “sami’naa wa atha’naa”. Tak ada pilihan lain, apabila Allah telah menetapkan suatu ketetapan. Perintah Allah untuk memilih pemimpin muslim maka sebagai muslim tak usah bertanya kenapa, mengapa harus muslim. Hanya kami dengar dan kami taat, titik. Bukan hanya di QS. Al Maidah 51, Allah juga berfirman dalam QS Al Maidah 57

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

Saudaraku muslim, harusnya kita tahu. Mengaku muslim tetapi hidup kita kenapa dalam menjalankan perintah Allah pilih-pilih. Sholat wajib saja, puasa ramadhan saja, berhaji dan umrah saja, padahal Allah menyeru untuk menjadi muslim secara kaffaah (keseluruhan) QS. Al Baqarah 208.

Allah telah mengatur seluruh perkara kehidupan manusia, bukan hanya tentang ibadah. Maka, wajib bagi kita berusaha semaksimalnya untuk menyempurnakan ketaqwaan kita. Memuliakan iman kita dengan jalan ketaqwaan. Jangan sampai kita termasuk golongan kaum munafik, yang membenarkan satu perintah Allah dan mengingkari perintah lainnya. Apabila diseru untuk memilih pemimpin yang muslim, maka pilihlah pemimpin muslim. Titik.

Apakah ada untungnya sampai kita memilih pemimpin kafir? Apakah untuk menjadikan mereka pelindung-pelindung kita? Dalam hal ekonomi mungkin, dalam hal jabatan mungkin. Maka ketahuilah bagaimana perumpamaan-perumpamaan orang-orang yang mengambil perlindungan kepada selain Allah. Allah berfirman dalam QS. Al Ankabut 41

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

Maka, apabila mengaku muslim. Kita masih memilih pemimpin dari orang-orang kafir yang mengolok-olok ayat-ayat Allah. Ketahuilah berarti termasuk golongan mereka.

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, [QS. An-Nisaa' : 140]

Bagaimanakah jika amanah diberikan kepada yang bukan ahlinya???

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Apabila amanah sudah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya". Shahabat bertanya, "Bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu ya Rasulullah ?". Rasulullah SAW bersabda, "Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya". [HR. Bukhari juz 7. Hal.188]

  • view 78